Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kapolsek Rajapolah Jadi Sasaran Bom Panci

Bisnis.com, JAKARTA - Mabes Polri menduga serangan menggunakan bom panci di Markas Polsek Rajapolah, Tasikmalaya, Sabtu (20/7/2013) dini hari, diarahkan untuk membunuh Kapolsek Rajapolah, AKP Junaedi.
Winda Rahmawati
Winda Rahmawati - Bisnis.com 22 Juli 2013  |  14:40 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Mabes Polri menduga serangan menggunakan bom panci di Markas Polsek Rajapolah, Tasikmalaya, Sabtu (20/7/2013) dini hari, diarahkan untuk membunuh Kapolsek Rajapolah, AKP Junaedi.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Ronny F. Sompie menerangkan bom panci itu bukan dilempar, melainkan sengaja ditaruh di dinding samping ruang kantor Kapolsek.

Sejauh ini, Polri telah memeriksa sebanya tiga orang saksi dari masyarakat, diantaranya sopir, kernet, dan masyarakat setempat.

“Tiga saksi didengar keterangannya karena terkait dengan pengetahuan apakah mereka melihat dan mendengar kejadiannya,” katanya, Senin (22/7/2013).

Namun, Ronny mengakui belum mengetahui keterkaitan jaringan teroris mana atas pelaku serangan bom rakitan panci presto berdiameter 25 cm dan 15 cm itu.

Sebelumnya, dua orang pria tak dikenal di lokasi kejadian dengan berboncengan motor Yamaha Mio, Sabtu (20/7) dini hari sekitar pukul 01.30 Wib.

Mereka diperkirakan masuk ke samping Markas Polsek lewat tempat pencucian sepeda motor di sebelah kantor polisi itu. Kedua menaruh bom panci itu di samping ruang Kapolsek kemudian kabur tanpa meninggalkan jejak.

Bernda itu juga juga ditempeli dengan paku payung, berisikan belerang, serbuk warna kuning, kabel, HP merek Nokia, mangkuk sakelar, lilitan kabel, dan batu baterai.

Ledakan itu tidak menimbulkan kerusakan pada bangunan dan tidak ada korban jiwa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tasikmalaya bom panci polsek rajapolah kapolsek rajapolah
Editor : Sepudin Zuhri

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top