Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PENANGKAPAN IKAN: Uni Eropa Sepakati Sistem Reformasi Kuota

BISNIS.COM, BRUSSELES--Para menteri Uni Eropa sepakat mengenai sistem reformasi kuota penangkapan ikan  yang kini harus disetujui oleh parlemen Eropa, di mana anggota parlemen menetapkan pembatasan penangkapan ikan berlebihan.Irlandia, yang memimpin
Ismail Fahmi
Ismail Fahmi - Bisnis.com 16 Mei 2013  |  10:01 WIB

BISNIS.COM, BRUSSELES--Para menteri Uni Eropa sepakat mengenai sistem reformasi kuota penangkapan ikan  yang kini harus disetujui oleh parlemen Eropa, di mana anggota parlemen menetapkan pembatasan penangkapan ikan berlebihan.

Irlandia, yang memimpin pembicaraan di bawah kepemimpinan enam bulan presiden Uni Eropa, sedang mencoba untuk mendamaikan konflik kepentingan negara-negara anggota dengan sikap garis keras dari parlemen Eropa.

"Kami telah sepakat dengan dukungan yang sangat kuat dari Dewan. Hanya satu negara tidak memberikan dukungan terhadap mandat negosiasi lanjutan untuk presiden," kata Menteri Pertanian dan Perikanan Irlandia Simon Coveney, Kamis (16/5)

Kapal-kapal penangkapan ikan Eropa telah lama membuang ikan, dengan beberapa perkiraan sampai seperempat atau lebih dari tangkapan mereka, sebelum memasuki pelabuhan untuk memastikan bahwa mereka memenuhi kuota yang ditetapkan Uni Eropa.

Dalam kompromi yang dimenangkan, nelayan akan memiliki hak untuk membuang sampai 5,0 persen ikan tangkapan mereka pada akhir fase transisi bukannya 7%  yang diperdebatkan dalam usulan sebelumnya.

Irlandia telah memperingatkan bahwa hal itu akan menjadi "bencana" jika pembicaraan mengenai reformasi rezim penangkapan ikan di bawah tekanan Uni Eropa gagal untuk memberikan kesepakatan, Irlandia memperingatkan Selasa, menyerukan semua pihak untuk berkompromi. (Antara/Reuters)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uni eropa penangkapan ikan repoermasi kuota

Sumber : Newswire

Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top