Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

ISG III RIAU: Keppres Segera dicabut, ISG Pindah ke Jakarta

PEKANBARU—Kunjungan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo untuk melihat persiapan Islamic Solidarity Games (ISG) III ke Pekanbaru, Riau tak mengubah apa-apa.

PEKANBARU—Kunjungan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo untuk melihat persiapan Islamic Solidarity Games (ISG) III ke Pekanbaru, Riau tak mengubah apa-apa.

 Roy Suryo berkeras memindahkan pelaksanaan pesta olahraga Muslim itu dari Pekanbaru ke Jakarta dan segera mencabut Keputusan Presiden (Keppres) No.15 tahun 2012 soal penetapan Riau sebagai tuan rumah ISG  III. 

 “Keppres ISG akan segera dicabut. Keppres akan diperbarui. Itu bukan kemauan saya, tapi langsung dari ISSF, Ketua KOI. Surat ISSF sudah ada pada saya,” tegas Roy setelah meninjau pengerjaan renovasi kolam renang di Stadion Rumbai, Senin sore (13/5).

 Menpora melihat kesiapan akhir pelaksanaan ISG III di Pekanbaru bersama  Menko Kesra Agung Laksono, Ketua Komite Olahraga Indonesia (KOI) Rita Subowo, Gubernur Riau Rusli Zainal, dan panitia daerah ISG Riau. Gubernur Riau Rusli Zainal membawa rombongan ke Stadion Utama dan Sport Centre Rumbai.

 Sebelumnya keputusan pemindahan ISG III dari Pekanbaru ke Jakarta masih simpang siur. Menko Kesra Agung Laksono berharap pelaksanaan ajang solidaritas olahraga negara Muslim itu tetap dilaksanakan di Riau.

 Roy menjelaskan tidak ada unsur politik perihal pemindahan ISG III dari Riau ke Jakarta. Menurutnya, status tersangka yang melekat pada Gubernur Riau Rusli Zainal menjadi persoalan utama dibatalkannya Riau sebagai tuan rumah ISG.

 ”Persoalannya bukan persoalan teknis, namun lebih ke masalah nonteknis. Status tersangka Gubernur Riau itu berat, sedangkan Wakil Gubernurnya, Pak Mambang Mit, tidak mau bertanggung jawab karena dia akan maju sebagai gubernur September nanti, kalau tidak tersangka saya seribu persen mendukung ISG di Riau,” katanya.

 Dijumpai terpisah, Rusli Zainal  Gubernur Riau, kecewa dengan sikap Menpora yang bersikeras memindahkan ke Jakarta. Rusli menegaskan Riau sudah siap menjadi tuan rumah ISG. Menpora, lanjutnya, hanya menyoroti status dirinya sebagai tersangka KPK, sedangkan kesiapan Riau untuk menggelar ISG diabaikan.

 "Saya yakin setelah kunjungan ini, Menpora tak memiliki alasan memindahkan ISG ke Jakarta. Selama ini yang menjadi persoalan, kesiapan Stadion Utama dan kolam renang. Anda sudah lihat tidak ada masalah di kedua venue itu," terangnya.

 Senada dengan Rusli, Wakil Ketua I Panitia Daerah ISG 2013, Syamsurizal, menegaskan pihaknya hingga kini masih menganggap Riau sebagai tuan rumah. Hal itu berdasarkan Keppres Nomor 15 tahun 2012 , tentang penetapan Riau sebagai tuan rumah Islamic Solidarity Games III tahun 2013.

"Saya tidak melihat satu ketetapan yang legal tentang penyelenggaraan ISG di Jakarta. Segenap jajaran Panitia Daerah masih tetap bekerja seperti biasa, melaksanakan kegiatan sesuai bidang kerja masing-masing," ujarnya.

Jajaran Panitia Daerah, tambahnya, sangat berharap agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak melakukan perombakan Keppres. "Kami pun tidak melihat usulan Menpora untuk memindahkan venue ke Jakarta sifatnya rasional. Kecuali hal yang sifatnya terlalu dibuat-buat atau mengada-ada," jelasnya.

Sementara Menko Kesra Agung Laksono merasa secara teknis tak ada masalah jika ISG diselenggarakan di Riau. Menurutnya Riau hanya perlu pembenahan sedikit saja untuk benar-benar siap menyelenggarakan ISG III. (k18)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Sumber : Aang Ananda Suherman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper