ANUGERAH MUSIM SEMI 2013: Dua WNI Peroleh Bintang Jasa Pemerintah Jepang

BISNIS.COM,JAKARTA -- Pemerintah Jepang menganugerahkan bintang jasa bagi dua tokoh Indonesia atas jasa-jasa mereka dalam memperkokoh hubungan antara Indonesia dan Jepang. Penghargaan itu diberikan pada 29 April 2013 terkait dengan penganugerahan bintang
Bambang Supriyanto | 30 April 2013 15:16 WIB

BISNIS.COM,JAKARTA -- Pemerintah Jepang menganugerahkan bintang jasa bagi dua tokoh Indonesia atas jasa-jasa mereka dalam memperkokoh hubungan antara Indonesia dan Jepang.

Penghargaan itu diberikan pada 29 April 2013 terkait dengan penganugerahan bintang jasa untuk musim semi 2013.

Kedua warga negara Indonesia itu adalah:

1. Lies Widayati (60 tahun), bekerja sejak tahun 1978 sebagai staf lokal Kedutaan Besar Jepang di Indonesia selama 34 tahun dan bertugas sebagai staf yang menangani bidang pendidikan di bagian Penerangan & Kebudayaan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia.
 
Bintang tanda jasa    : The Order of The Sacred Treasure, Gold and Silver Rays
Riwayat hidup utama    : Staf Kedutaan Besar Jepang di Indonesia
Jasa utama    : Memberikan kontribusi dalam kegiatan Kedutaan Besar   
Jepang di Indonesia

Kontribusi terhadap Jepang:

-Mendukung promosi pertukaran pendidikan Jepang-Indonesia.
Pemerintah Jepang memulai penerimaan mahasiswa Indonesia untuk program beasiswa mombusho (Kementerian Pendidikan) sejak tahun 1966 dan sampai tahun 2012 telah menerima sebanyak 4,482 mahasiswa. Ibu Lies telah bekerja dalam proses pendaftaran, seleksi dan pengiriman hampir semua mahasiswa tersebut (4,241 mahasiswa).

Beliau sangat perhatian, ramah dan menjadi tempat untuk bertukar pikiran para mahasiswa program beasiswa mombusho sejak waktu pendaftaran dan ujian hingga persiapan keberangkatan ke Jepang setelah pengumuman kelulusan sehingga beliau merupakan sosok ”ibu program beasiswa Jepang bagi mahasiwa Indonesia”.

Banyak mahasiswa Indonesia setelah kembali ke tanah air menjadi pengajar di universitas di Indonesia dan dengan aktif mempromosikan pertukaran pendidikan dengan universitas di Jepang. Kontribusi yang beliau berikan selama ini telah mendasari aktifnya pertukaran pendidikan Jepang-Indonesia dewasa ini.

- Kontribusi bagi pembangunan jaringan dengan perhimpunan alumni Jepang di Indonesia (PERSADA)
Ibu Lies, dihormati oleh para alumni Jepang berkat kontribusinya dalam tugas-tugas terkait pendaftaran, seleksi dan pengiriman para mahasiswa penerima beasiswa, sehingga setelah mereka kembali ke tanah air pun banyak mahasiswa yang datang ke Kedutaan Besar Jepang di Indonesia untuk menyampaikan rasa terima kasih dan memberikan laporan.

Selain itu, atas permintaan beliau, banyak alumni Jepang yang memberikan dukungan kerja samanya secara volunteer seperti pada ujian wawancara beasiswa mombusho dan pameran pendidikan berkat kepribadian beliau.

Bahkan, beliau memiliki hubungan yang erat dengan para pemimpin PERSADA di daerah (anggota PERSADA sekitar 2,350 orang dengan 18 cabang di seluruh Indonesia), sehingga berkontribusi dalam pengkoordinasian dengan PERSADA di daerah dan pembangunan jaringan antara Kedutaan Besar dan pemimpin PERSADA di setiap cabang.

- Kontribusi bagi kelancaran tugas-tugas di Kedutaan Besar Jepang
    Ibu Lies mendapatkan kepercayaan besar dari para lokal staf lainnya. Sebagai seorang veteran, beliau memberikan saran yang tepat kepada para juniornya, bekerja dan menjadi poros di tengah para lokal staf bagian penerangan yang banyak tugasnya, sehingga berkontribusi memperlancar tugas-tugas di kedutaan.


2. Lesly Novia Sila Ussili (60 tahun), bekerja sebagai staf lokal di Konjen Jepang Surabaya pada bulan Februari 1977 dan selama lebih dari 35 tahun di Konjen Jepang Surabaya. Dia  telah membantu konjen dan para home staf di konsulat dan mendukung terlaksananya tugas-tugas di konsulat jenderal dengan lancar.

Bintang tanda jasa    : The Order of The Sacred Treasure, Gold and Silver Rays
Riwayat hidup utama    : Staf Konjen Jepang di Surabaya
Jasa utama    : Memberikan kontribusi dalam kegiatan Konjen Surabaya

Kontribusi terhadap Jepang:

- Terkait penguatan hubungan bilateral Jepang-Indonesia dan pemerintah daerah.
Ibu Lesly lama bertugas sebagai sekretaris konjen dan home staf, serta telah bekerja dalam mengumpulkan informasi dari pemerintah daerah seperti di bidang politik, ekonomi dll, memelihara dan memperluas relasi di berbagai bidang serta menjaga hubungan dengan baik.

Beliau pun telah berperan sebagai perantara yang tepat dalam memelihara hubungan baik, tidak hanya antara kantor konsulat jenderal Jepang dengan pemerintah propinsi Jawa Timur dan Surabaya, namun juga dengan kabupaten lainnya yang berada di wilayah yuridiksi konjen.

- Kontribusi terkait perlindungan bagi warga Jepang.
Sewaktu runtuhnya kekuasaan Presiden Soeharto (pada waktu itu) pada 1998 kerusuhan terjadi dan banyak warga Jepang yang dievakuasi keluar negeri. Pada saat operasi pengevakuasian sekitar 500 warga Jepang yang ada di Surabaya dari Surabaya, beliau menghubungi berbagai pihak sehingga menjamin keamanan evakuasi warga Jepang tersebut.

Selain itu, ketika terjadi peristiwa bom teroris di Pulau Bali pada 2002, ada banyak hal yang harus dilakukan untuk membantu kantor konsuler Denpasar yang berada di bawah yuridiksi Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya. Beliau berperan dalam mendukung aktivitas kantor konsuler Denpasar dengan membangun hubungan dan sistem koordinasi dengan instansi-instansi terkait.

- Kontribusi bagi kelancaran tugas-tugas di Konsulat Jenderal
Ibu Lesly memanfaatkan pengalaman dan pengetahuan yang dimilikinya selama bertahun-tahun dan mendapatkan kepercayaan yang besar dari para home staf dan staf lokal lainnya. Beliau memberikan saran yang tepat kepada para staf lokal lainnya sehingga berkontribusi besar bagi kelancaran tugas-tugas di konjen. (Ilustrasi:cointraderinc.com)




S. Sarkam

Information & Culture

Embassy of Japan in Indonesia

Tag : jepang, kedubesjepang, bintangjasajepang, konjenjepang
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top