Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KEJAHATAN CYBER: Jumlah Serangan Terarah Meningkat 42% Pada 2012

BISNIS.COM, JAKARTA--Perusahaan keamanan jaringan Symantec mencatat  jumlah serangan cyber terarah di Indonesia sepanjang 2012 meningkat 42% dibanding tahun sebelumnya. Adapun sebanyak 31% serangan justru dialamatkan pada perusahaan berskala kecil
Ismail Fahmi
Ismail Fahmi - Bisnis.com 18 April 2013  |  20:43 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA--Perusahaan keamanan jaringan Symantec mencatat  jumlah serangan cyber terarah di Indonesia sepanjang 2012 meningkat 42% dibanding tahun sebelumnya. Adapun sebanyak 31% serangan justru dialamatkan pada perusahaan berskala kecil dan menengah alias UKM. Indikasi kemampuan penjahat cyber semakin menurun?

“Itu bukan akhir serangan. Mereka [penjahat cyber] biasanya mengincar perusahaan berskala besar yang terkait dengan UKM bersangkutan. Perusahaan ini biasanya punya jaringan keamanan yang lemah,” ujar Senior Director System Engineering and Alliances Symantec Asia South Region Raymond Goh di Jakarta, Kamis (18/4).

Pada 2011, Symantec mencatat serangan pada perusahaan dengan jumlah karyawan di bawah 250 orang hanya 18%, namun tahun lalu mencapai 31%. Adapun serangan pada perusahaan dengan jumlah karyawan 1.501-2500 orang tahun lalu hanya tercatat 9% saja.

Dalam laporan berjudul Internet Security Threat Report 2013 itu Symantec juga menyebutkan sektor paling banyak diserang adalah manufaktur sebesar 24%. Sektor keuangan, asuransi dan real estate berada di posisi kedua dengan 19% serangan, disusul perusahaan jasa sebesar 17%. Serangan ke lembaga pemerintah sepanjang 2012 hanya tercatat sebesar 12%.

Menurut Raymond di perusahaan manufaktur biasanya tersimpan banyak data strategis seperti intellectual property, catatan finansial maupun data pelanggan yang terkait dengan mereka termasuk perusahaan besar. Apalagi sebagian koneksi semacam itu dilakukan melalui intranet sehingga penjahat cyber dengan memudahkan mengalihkan serangan.

Mengeksplorasi lebih dalam lagi ternyata Symantec juga menemukan sebanyak 27% serangan terarah itu ditujukan untuk karyawan bagian Research & Development. Serangan pada karyawan bagian sales mengekor dengan porsi 24%, sementara serangan pada karyawan level senior hanya 12% saja.

“Tapi sekali lagi, mereka bukan target sebenarnya, masih ada target utama yang lebih besar,” kata Raymond. (if)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mabes polri symantec cyber crime

Sumber : Galih Kurniawan

Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top