Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KONFLIK KOREA: AS Buka Peluang Negosiasi dengan Korut

BISNIS.COM, TOKYO—Amerika Serikat akhirnya membuka peluang negosiasi dengan Korea Utara untuk mengatasi krisis Semenanjung Korea.
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 15 April 2013  |  12:19 WIB

BISNIS.COM, TOKYO—Amerika Serikat akhirnya membuka peluang negosiasi dengan Korea Utara untuk mengatasi krisis Semenanjung Korea.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri AS John Kerry dalam kunjungannya ke Tokyo, Jepang, Senin (15/4/2013). Dia menambahkan bahwa Pyongyang harus mengambil langkah-langkah konkret untuk menghormati komitmen internasional.

“Amerika Serikat tetap terbuka untuk perundingan otentik dan kredibel mengenai denuklirisasi, tetapi beban ada di Pyongyang,” ujar Kerry, yang menemui Perdana Menteri Shinzo Abe pada akhir roadshow-nya di Asia.

Kerry menambahkan lawatannya ke China dan Korea Selatan menunjukkan pada dunia bahwa perundingannya telah mencapai satu suara. Dia mengatakan, “Satu yang pasti: kita bersatu. Tidak ada kebingungan dalam masalah ini.”

Politikus Demokrat tersebut menyebut Pyongyang sedang melawan arah sejarah dalam mengejar persenjataan atom. Menurutnya, program peluru kendali nuklir Korut tidak hanya mengancam negara tetangganya  tetapi juga warga negaranya sendiri.

Dia berpendapat bahwa saat ini dunia tidak membutuhkan lebih banyak lagi ancaman perang. “Jadi kita akan bersiap bersama-sama, dan kami menyambut pernyataan China yang kuat dari komitmennya 2 hari lalu untuk pelucutan nuklir di Semenanjung Korea,” pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat Korea Utara korea selatan konflik korea john kerry

Sumber : Antara

Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top