Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SPRINDIK ANAS: Abraham Samad Langgar Kode Etik KPK

BISNIS.COM, JAKARTA—Beberapa hal yang dianggap oleh Komite Etik KPK sebagai pelanggaran kode etik yang dilakukan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad.
Sepudin Zuhri
Sepudin Zuhri - Bisnis.com 03 April 2013  |  17:09 WIB
SPRINDIK ANAS: Abraham Samad Langgar Kode Etik KPK
Bagikan

BISNIS.COM, JAKARTA—Beberapa hal yang dianggap oleh Komite Etik KPK sebagai pelanggaran kode etik yang dilakukan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad.

Wakil Ketua Komite Etik KPK Tumpak Hatorangan Panggabean mengatakan benar telah terjadi pembocoran sprindik yang ditandatangani oleh Abraham Samad yang belum diberi nomor dan cap KPK.

“Benar sprindik yang dibocorkan tersebut beredar di beberapa media, yang bermula dari Koran Tempo dan Media Indonesia,” ujarnya, Rabu (3/4/2013).

Pelaku pembocor itu adalah Wiwin Suwandi (laki-laki) yang menjadi Sekretaris Abraham Samad dan tinggal serumah dengannya.

Wiwin diperintahkan Abraham untuk membuat copy sprindik dan menyerahkan satu eksemplar hasilnya kepada Abraham Samad.

Kemudian Wiwin melakukan scanning kedua atas dokumen sprindik yang memberikan ciri hasil scanning yang berbeda dengan hasil scanning pertama (posisi garis scanner yang berbeda).

Wiwin juga mela pemotretan atas dokoumen sprindik dengan Blackberry dan hasilnya dikirimkan ke wartawan Koran Tempo Tri Suharman sebelum Wiwin menyerahkan print kedua kepada wartawan Koran Tempo Tri Suharman dan wartawan Media Indonesia Rudi Polycarpus.

Awalnya Wiwin sebagai pegawai tidak tetap di KPK, tetapi diminta Abraham Samad untuk melakukan proses seleksi dan ditugasi sebagai staf administrasi dirinya sejak awal 2012 yang kemudian menggantikan sekretaris sebelumnya. “Wiwin tinggal serumah dengan Abraham Samad sejak pindah ke Jakarta dan bekerja di KPK hingga saat ini.”

Tri Suharman merupakan wartawan yang pernah tugas di Makasar dan saat ini bertugas di Jakarta. Abraham Samad juga mengenal baik Tri dan mengetahui hubungan baik antara Wiwin dengan Tri.

Selain itu, Wiwin juga membocorkan informasi lain kepada Tri Suharman yaitu soal kasus Buol, Korupsi Simulator SIM, dan suap kuota impor dadging sapi yang dalam pemberitaan media selalu dinyatakan sebagai berasal sumber internal KPK yang dapat dipercaya.

Komite Etik melakukan cloning terhadap blackberry milik Wiwin, sehingga diketahui melalui blackberry messanger itu, Wiwin berinisiatif mengabarkan status tersangka Anas Urbaningrum kepada Irman Putra Sidin yang dalam komunikasi itu Wiwin menguti kata-kata dalam BBM Abraham Samad kepada Tri yang bunyinya 'jangan sebut namaku dulu soalnya saya yang ambil alih kasus ini supaya jalan, saya pakai kekerasan sedikit, makanya saya tidak mau tambah runyam'

Abraham Samad juga mengakui jika pesan itu memang dia yang menulisnya sendiri melalui BBM.

Namun, Abraham Samad tidak bersedia blackberry miliknya di-cloning oleh Komite Etik agar diperoleh komunikasi lengkap Abraham Samad dan Tri Suharman.

Menurutnya, Abraham Samad tidak pernah menyampaikan kepada pimpinan lainnya tentang hasil ekspose tim kecil yang menangani kasus Hambalang.

Sprindik ditandatangani oleh Abraham Samad dan diparah dalam lembar disposisi pimpinan dan ditandatangani Zuklarnain dan Adnan Pandu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK anas hambalang abrahamsamad sprindikanas
Editor : Others
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top