Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SENGKETA CAP KAKI TIGA: Soal Lukisan Badak Sampai Ke PK

JAKARTA - Perlawanan Wen Ken Drug Pte Ltd terhadap PT Sinde Budi Santoso terus berlanjut, kini perkara Merek Cap Kaki Tiga dengan lukisan badak telah masuk ke tahap peninjauan kembali (PK) di Mahkamah Agung. 
M. Taufikul Basari
M. Taufikul Basari - Bisnis.com 20 Februari 2013  |  21:51 WIB
SENGKETA CAP KAKI TIGA: Soal Lukisan Badak Sampai Ke PK
Bagikan

JAKARTA - Perlawanan Wen Ken Drug Pte Ltd terhadap PT Sinde Budi Santoso terus berlanjut, kini perkara Merek Cap Kaki Tiga dengan lukisan badak telah masuk ke tahap peninjauan kembali (PK) di Mahkamah Agung. 

Wen Ken Drug mengajukan PK terhadap putusan MA No. 595 K/Pdt.Sus/2011 juncto No. 10/Merek/2010/PN.Niaga.Jkt.Pst. Perkara itu terdaftar di kepaniteraan MA dengan nomor register 172 PK/Pdt.Sus/2012. 

"Putusan Mahkamah Agung tersebut tidak sesuai dengan fakta dan hukum yang berlaku," ujar perusahaan asal Singapura itu dalam siaran pers, Rabu (20/2). 

Seperti diketahui, pengadilan telah membatalkan sertifikat merek Cap Kaki Tiga dengan Lukisan Badak yang terdaftar pada kantor merek dengan No. IDM000199185. Putusan itu dikuatkan di tingkat kasasi. 

Sebetulnya, Wen Ken Drug dan Sinde berkongsi sejak 1978 untuk menjual larutan penyegar Cap Kaki Tiga di Indonesia. Kerjasama itu runtuh pada 2008 karena masalah royalti. 

"Cap Kaki Tiga sejak didirikan tahun 1937 di Singapura sudah menggunakan gambar badak," kata Managing Director Wen Ken Fu Siang Jeen dalam penjelasannya terkait kasus sengketa gambar badak yang kasusnya masuk PK.

Fu Siang mengatakan, pengadilan di Indonesia seharusnya tidak mengabaikan fakta-fakta sejarah perjalanan munculnya gambar badak pada produk Cap Kaki Tiga.

Dia menjelaskan, Cap Kaki Tiga selain di Indonesia telah terdaftar di Malaysia, Brunei, China, Taiwan, Myanmar, Vietnam, dan Filipina semuanya menggunakan gambar badak kecuali di Singapura sendiri gambar badak tidak ditampilkan.

Namun, di Singapura sendiri Wen Ken Drug sudah tidak menggunakan lukisan badak karena tekanan dari Kementrian Kesehatan. Pemerintah Singapura menganggap badak sebagai hewan langka yang harus dilindungi, bukan sebagai merek komersial. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wen ken drug badak cap kaki tiga sinde budi santoso
Editor : Others
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top