INSIDEN PENERBANGAN: Pilot Ngantuk Mengira Venus adalah Pesawat

OTTAWA: Kalau mata sudah kadung mengantuk, konsentrasi pun jadi buruk. Itu terjadi pada seorang pilot Air Canada yang mengantuk salah mengira Venus adalah pesawat, lalu membuat pesawatnya menukik ke arah Atlantika untuk mencegah tabrakan khayal dengan
News Editor | 18 April 2012 13:05 WIB

OTTAWA: Kalau mata sudah kadung mengantuk, konsentrasi pun jadi buruk. Itu terjadi pada seorang pilot Air Canada yang mengantuk salah mengira Venus adalah pesawat, lalu membuat pesawatnya menukik ke arah Atlantika untuk mencegah tabrakan khayal dengan pesawat lain.

 

Sebanyak 16 penumpang dan anggota awak cedera dalam peristiwa Januari 2011, ketika perwira I tersebut menggerakkan tongkat kendali guna menghindari satu pesawat AS yang menurut dia, langsung menuju dirinya.

 

“Di bawah pengaruh sleep inertia kuat - ketika kondisi dan kesadaran akan situasi merosot tak lama setelah orang terbangun - perwira I menduga pesawat yang datang berada di jalur tabrakan dan mulai menurunkan pesawatnya guna menghindarinya,” kata Dewan Keselamatan Angkutan Kanada.

 

Sleep inertia adalah kondisi saat seseorang mengalami kesulitan untuk terjaga, otot terasa lemah dan ngantuk berat. “Kemunculan ini menggarisbawahi tantangan penanganan kelelahan di ruang kendali pesawat,” kata John Lee, kepala penyelidik.

 

Peristiwa itu terjadi pada malam hari di pesawat penumpang bermesin ganda Boeing 767 yang terbang dari Toronto menuju Zurich, Swiss. Pesawat tersebut membawa 95 penumpang dan delapan anggota awak.

 

Menurut laporan itu, perwira I baru saja terbangun, masih belum sepenuhnya sadar, setelah tidur lama, ketika ia mengetahui dari pilot bahwa satu pesawat barang AS terbang ke arah mereka.

 

“FO [perwira pertama] itu mulanya salah mengira planet Venus adalah pesawat tapi kapten menyarankan lagi bahwa sasaran berada pada posisi arah pukul 12 [tepat di depan] dan 1.000 kaki lebih pesawat tapi kapten menyarankan lagi bahwa sasaran berada pada posisi arah pukul 12 (tepat di depan) dan 1.000 kaki lebih rendah,” kata laporan tersebut.

 

“Ketika FO melihat pesawat yang datang, FO menafsirkan posisinya sebagai di atas dan turun menuju mereka. FO bereaksi terhadap dugaan tabrakan yang tidak terelakkan dengan mendorong ke depan tongkat kendali,” tambah laporan itu.

 

Pesawat tersebut turun 400 kaki sebelum kapten menarik kembali tongkat kendali. Empat-belas penumpang dan dua awak cedera, dan tujuh orang memerlukan perawatan rumah sakit. Tak seorang pun mengenakan sabuk pengaman, sekalipun lampu tanda mengenakan sabuk menyala.

 

FO, yang anak-anaknya yang masih kecil seringkali mengganggu tidurnya di rumah, telah tidur selama 75 menit dan bukan maksimal 40 menit sesuai peraturan penerbangan. Itu berarti ia tertidur lelap dan kesadarannya terganggu saat ia terbangun.

 

Laporan itu menjadi masalah lain bagi perusahaan penerbangan terbesar di Kanada, yang telah menghadapi kerusuhan lama mengenai tenaga kerja. (antara/reuters/yus)

 

>> BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:

+ Harga emas setelah naik turun

+ PAK DOMO, orang kuat itu mangkat

+ Liga Champions: Di balik kekalahan REAL MADRID

+ SIAPA di belakang sepak terjang DAHLAN ISKAN?

+ CEPAT ITU PENTING, kata Dahlan Iskan

+ Bakrie Telecom masih urus izin penyelenggaraan

 

Sumber : Newswire

Tag :
Editor : David Eka Issetiabudi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top