Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Lahan ganjal Bendungan Jatigede

JAKARTA: Penyelesaian pembangunan Bendungan Jatigede Sumedang Jawa Barat terganjal proses pembebasan lahan, menyusul hingga saat ini masih ada ruas lahan di satu wilayah desa belum dibebaskan.Pasalnya, untuk penyelesaian pembebasan lahan itu masih belum

JAKARTA: Penyelesaian pembangunan Bendungan Jatigede Sumedang Jawa Barat terganjal proses pembebasan lahan, menyusul hingga saat ini masih ada ruas lahan di satu wilayah desa belum dibebaskan.Pasalnya, untuk penyelesaian pembebasan lahan itu masih belum ada kesepakatan harga antara masyarakat pemilik tanah dengan panitia pengadaan tanah untuk proyek tersebut.Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak mengatakan pembebasan lahan akan dipercepat, sehingga diharapkan realisasi operasional bendungan yang ditargetkan pada 2014 bisa tercapai."Kami tengah berupaya terus mempercepat proses pembebasan lahan ini, terutama untuk di kawasan yang milik warga. Sedangkan untuk lahan milik Kementerian Kehutanan, PU tengah mengusahakan lahan pengganti," ujarnya kemarin.Selain itu, Hermanto juga berharap agar UU Pengadaan Tanah untuk Pembangunan segera bisa diselesaikan, untuk menjamin seluruh kegiatan pembangunan infrastruktur termasuk bendungan Jatigede itu tidak lagi terkendala masalah lahan, karena adanya kepastian dalam pembebasan lahan.Terutama, katanya, dalam penyelesaian negosiasi harga tanah dan waktu penyelesaian setiap tahapan. Pasalnya, dalam draft UU tersebut, terdapat aturan bahwa jika masyarakat keberatan dengan harga tanah pada saat pembebasan, maka pemilik tanah dapat mengajukan keberatan ke pengadilan dalam waktu 14 hari, dan dalam waktu satu bulan sudah harus ada keputusan pengadilan.Sementara itu, terkait progres pembangunan fisik bendungan Jatigede, lanjutnya, saat ini sudah mencapai 52%, sedangkan untuk penyerapan anggaran sudah tercapai sebesar 48%nya.Progres pembangunan yang hampir rampung, yaitu saluran pengelak, dimana ditargetkan bulan depan sudah dapat dialiri air, sehingga pembangunan main dam-nya dapat segera dilaksanakan dengan masa waktu bangun sekitar dua tahun.Pemerintah juga akan melakukan evaluasi engineering sebelum saluran airnya dibuka, dan melakukan rekayasa di bidang teknik, misalnya untuk struktur batuan tertentu yang memerlukan penanganan khusus, agar pada saat difungsikan tidak ada masalah teknis yang ditimbulkan."Harapan kami bendungan ini dapat berfungsi sesuai rencana, karena keberadaannya untuk mendukung Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), yang bisa dimanfaatkan untuk irigasi, air baku, maupun penyediaan energi listrik, tambahnya.Bendungan Jatigede sendiri nantinya akan memiliki panjang 1.715 m dengan tinggi max 110 m dan luas catchment area 1.462 km2. Bendungan ini akan melayani irigasi untuk area seluas 90.000 hektar dan potensi listrik berupa kapasitas terpasang sebesar 110 MW dan produksi rata-rata 690 GWH/tahun. (ea)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : News Editor

Topik

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro