Bisnis.com, JAKARTA — Produsen pakaian olahraga terbesar di dunia, Nike Inc., melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap kurang dari 1% staf korporatnya sebagai bagian dari restrukturisasi organisasi untuk mendorong kebangkitan bisnis.
“Langkah yang kami ambil adalah untuk menyiapkan diri agar bisa menang dan menulis babak besar berikutnya bagi Nike,” tulis manajemen senior Nike dalam memo internal yang dikutip dari Bloomberg, Jumat (29/8/2025).
Adapun, perusahaan yang berbasis di AS ini memiliki 77.800 karyawan secara global, meski tidak merinci jumlah pekerja di kantor pusat dan unit korporasi.
Dalam memo internal tersebut, manajemen meminta karyawan korporat di AS dan Kanada untuk bekerja dari rumah pekan depan seiring dimulainya proses restrukturisasi.
“Perubahan bisa saja sulit. Namun perubahan juga bisa menjadi faktor yang menajamkan daya saing," tulis eksekutif Nike.
Chief Executive Officer (CEO) Nike Elliott Hill banyak menghabiskan tahun pertamanya untuk merombak struktur organisasi dalam upaya mengembalikan performa merek.
Baca Juga
Pada Mei lalu, Nike memangkas divisi teknologi dan memberhentikan sejumlah karyawan sebagai bagian dari penyesuaian prioritas perusahaan.
Hill juga menyelesaikan rangkaian perombakan jajaran eksekutif pada Juni, termasuk pergantian, promosi, dan perekrutan di tingkat C-suite.
Struktur kepemimpinan dibuat lebih ramping, dengan perubahan pada 11 dari 15 posisi pimpinan senior di berbagai divisi mulai dari pemasaran olahraga hingga desain produk. Pada Juli, Nike bahkan mengganti CEO anak usahanya, Converse.
Saham Nike menguat 0,5% pada perdagangan Kamis sore waktu AS. Sepanjang tahun ini, harga saham Nike naik 3,2% hingga penutupan Rabu, masih tertinggal dari kenaikan 10% indeks S&P 500.