Bisnis.com, JAKARTA - Keputusan Presiden AS Donald Trump yang menetapkan tarif impor terbaru ke Amerika Serikat pada Rabu sore (2/4/2025) semakin menimbulkan risiko signifikan bagi perekonomian global pada saat pertumbuhan ekonomi sedang lesu.
Managing Director International Monetary Fund (IMF) Kristalina Georgieva mengatakan saat ini penting untuk menghindari langkah-langkah yang dapat semakin merugikan perekonomian global. Pihaknya, mengimbau Amerika Serikat dan mitra dagangnya untuk bekerja secara konstruktif untuk mengurangi ketegangan.
"Kami masih menghitung implikasi makro ekonomi dari kebijakan tarif yang diumumkan, tetapi jelas ini mewakili risiko signifikan bagi prospek global di saat pertumbuhan yang lesu," kata Georgieva, mengutip Reuters, Jumat (4/4/2025).
Georgieva menekankan, di tengah ketidakpastian ekonomi, penting untuk menghindari langkah-langkah yang dapat semakin merugikan perekonomian dunia. Untuk itu, The Fund berharap Amerika Serikat dan mitra dagangnya untuk bekerja secara konstruktif untuk menyelesaikan ketegangan perdagangan dan mengurangi ketidakpastian.
IMF rencananya akan memberikan kalkulasi risiko tentang tarif yang diumumkan saat merilis pembaruan terhadap World Economic Outlook pada pertemuan 21-26 April di Washington, D.C.
Sebelumnya, Georgieva mengatakan bahwa dorongan Trump untuk tarif yang luas menciptakan ketidakpastian besar dan merusak kepercayaan, tetapi kemungkinan tidak akan memicu resesi dalam waktu dekat.
Baca Juga
Di sisi lain, JPMorgan mencatat langkah kontroversial Trump yang telah menaikkan tarif secara kumulatif sekitar 22%, dianggap setara dengan kenaikan pajak terbesar di AS sejak 1968.
JPMorgan pun menaikkan proyeksi risiko resesi global menjadi 60%, dari sebelumnya 40%, dan menyebut dampak tarif ini bisa semakin buruk akibat balasan tarif dan gangguan rantai pasok.
Selain itu, kebijakan Trump terkait penetapan tarif minimum dan tarif resiprokal untuk negara-negara mitra dagang AS dapat menjadi titik balik bagi sistem global yang hingga saat ini telah menerima kontribusi kekuatan dan keandalan Amerika sebagai komponen terbesarnya.
“Tarif impor Trump membawa risiko menghancurkan tatanan perdagangan bebas global yang telah dipelopori oleh AS sendiri sejak Perang Dunia Kedua,” kata Takahide Kiuchi, kepala ekonom di Nomura Research Institute dilansir dari Reuters, Kamis (3/4/2025).
Dia memprediksi dampak atas aturan tarif impor AS akan terjadi dalam beberapa bulan mendatang.
Inflasi atau kenaikan harga, diikuti dengan penurunan permintaan konsumen, merupakan konsekuensi atas pungutan baru yang diterapkan pada ribuan barang yang dibeli dan dijual oleh konsumen dan bisnis di seluruh dunia.