Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Deretan Perempuan Pertama yang Jadi Pemimpin Negaranya, Ada Indonesia?

Dari Megawati hingga Mary Robinson, ini deretan perempuan pertama yang jadi pemimpin negara
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri di kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin (28/8/2023). Bisnis
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri di kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin (28/8/2023). Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Siapa bilang hanya laki-laki yang boleh memimpin suatu negara? Faktanya, perempuan juga memiliki hak yang sama dalam memimpin.

Di dunia ini, hanya sekitar 35 persen negara yang memiliki pemimpin perempuan–baik kepala negara maupun kepala pemerintahan. Pencapaian tersebut membuktikan bahwa seorang perempuan pun juga bisa menjadi pemimpin.

Baru-baru ini, Kamala Harris mencalonkan diri untuk menjadi presiden Amerika Serikat. Pada pemilihan nanti, dirinya siap untuk melawan Donald Trump.

Jika menang dari Trump, Kamala akan menjadi presiden perempuan pertama di Amerika Serikat, menyusul beberapa perempuan lain di dunia yang menjadi pemimpin negaranya.

Dilansir dari Britannica, berikut beberapa perempuan pertama yang memimpin negaranya:

1. Mary Robinson (Presiden ke-7 Irlandia)

Mary Robinson merupakan seorang pengacara, politikus, dan diplomat Irlandia yang menjabat sebagai presiden Irlandia sejak tahun 1990 hingga 1997.

Tak hanya itu saja, Mary juga menjabat sebagai Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (UNHCR) untuk periode 1997-2002.

Bekal ilmu hukum yang Mary punya didapatkan saat dirinya menempuh pendidikan di Trinity College and King’s Inns di Dublin dan Universitas Harvard di Amerika Serikat.

Mary merupakan pengacara tata negara terkemuka dan pendukung hak asasi manusia yang terkenal. Sebagai presiden, Mary sangat berkomitmen pada hak asasi manusia, terbukti dari beberapa kunjungannya ke sejumlah negara Afrika untuk urusan kemanusiaan.

Mary melakukan banyak hal untuk membuat citra Irlandia lebih modern. Atas berbagai pencapaiannya, Mary menerima banyak penghargaan.

2. Ellen Johnson Sirleaf (Presiden ke-24 Liberia)

Ellen merupakan seorang politikus dan ekonom Liberia yang menjabat sebagai presiden sejak tahun 2006 hingga 2018. Sebagai presiden perempuan pertama di negara tersebut, Ellen turut memajukan hak-hak perempuan dan mendapatkan Penghargaan Nobel Perdamaian pada tahun 2011. Ellen menempuh pendidikan di College of West Africa di Monrovia serta belajar ekonomi dan administrasi bisnis di Universitas Harvard.

Ellen dikenal karena memiliki keberanian untuk mengkritik pemerintahan militer yang saat itu terjadi di Liberia. Ellen pernah dipenjara, nyaris dieksekusi, hingga harus diasingkan ke luar negara. Saat mencalonkan diri sebagai presiden pada tahun 2005, perempuan yang dijuluki “Iron Lady” ini bersumpah untuk mengakhiri pertikaian sipil dan korupsi, membangun persatuan, serta membangun kembali infrastruktur negara yang hancur. Pada Februari 2018, Ellen dianugerahi Ibrahim Prize tahun 2017 sebagai bentuk pengakuan atas perubahan positif selama kepemimpinannya.

3. Michelle Bachelet (Presiden ke-33 Chili)

Michelle Bachelet merupakan politikus Chili yang menjabat sebagai presiden sebanyak dua kali–periode 2006-2010 dan 2014-2018. Michelle merupakan presiden perempuan pertama Chili. Michelle memiliki latar belakang kedokteran, yang didapatkannya saat menjadi mahasiswi di University of Chile. Setelah Pinochet–pemimpin Chili ke-29–digulingkan dari kekuasaannya, Michelle menjadi aktif dalam dunia politik. Michelle telah menjabat banyak posisi di pemerintahan, di antaranya menteri kesehatan dan menteri pertahanan. Pada tahun 2006, Michelle menjabat sebagai presiden untuk pertama kalinya.

4. Park Geun-Hye (Presiden ke-11 Korea Selatan)

Park Geun-Hye merupakan presiden perempuan pertama Korea Selatan yang menjabat pada tahun 2013 hingga 2017. Geun-Hye telah menjadi pusat perhatian masyarakat Korea sejak lama, karena dirinya merupakan putri dari Park Chung-Hee–presiden ketiga Korea Selatan. Geun-Hye memperoleh gelar sarjana teknik elektro dari Sogang University pada tahun 1974.

Saat memasuki dunia politik, Geun-Hye menjadi pemimpin Grand National Party. Di bawah kepemimpinannya, partai tersebut memperoleh perolehan elektoral penting dalam pemilihan umum tahun 2004, yang membuatnya dijuluki “Ratu Pemilu” di media. Setelah melewati perjalanan panjang dalam dunia politik, Geun-Hye menjadi presiden Korea Selatan pada tahun 2013. Jabatannya harus dicopot pada tahun 2017 karena terbukti terlibat kasus korupsi.

5. Megawati Soekarno Putri (Presiden ke-5 Indonesia)

Megawati lahir pada 23 Januari 1947 di Jakarta, dengan nama lengkap Dyah Permata Megawati Setiawati Sukarnoputri. Presiden kelima Indonesia ini menjabat sejak tahun 2001 hingga 2004, yang membuatnya menjadi presiden perempuan pertama di Indonesia. Megawati memiliki latar belakang psikologi dan pertanian yang ia pelajari di perguruan tinggi.

Megawati merupakan putri dari Soekarno, presiden pertama Indonesia sekaligus bapak proklamator negara ini. Perjalanan karir politik Megawati terus berjalan, mulai dari terpilih menjadi anggota MPR pada 1987, hingga saat ini menjadi ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sebagai presiden, Megawati menghadapi beberapa masalah, seperti ekonomi negara yang merosot, gerakan separatis di provinsi Aceh, dan serangan teroris “Bom Bali” (Rafi Abid Wibisono)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Redaksi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper