Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kepala Dinas Rahasia AS Enggan Mundur Meski Didesak Partai Demokrat dan Republik

Kepala Dinas Rahasia AS menampik seruan bipartisan untuk mengundurkan diri karena kegagalan keamanan terkait percobaan pembunuhan capres Donald Trump.
Mantan Presiden AS Donald Trump saat acara kampanye di Van Andel Arena di Grand Rapids, Michigan, Amerika Serikat, Sabtu (20/7/2024). Bloomberg/Emily Elconin
Mantan Presiden AS Donald Trump saat acara kampanye di Van Andel Arena di Grand Rapids, Michigan, Amerika Serikat, Sabtu (20/7/2024). Bloomberg/Emily Elconin

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Dinas Rahasia Amerika Serikat (AS) Kimberly Cheatle menampik seruan bipartisan untuk mengundurkan diri karena kegagalan keamanan terkait percobaan pembunuhan capres Donald Trump saat berkampanye beberapa waktu lalu.

Ketua Komite Pengawasan DPR AS dari Partai Republik, James Comer, dan petinggi Demokrat, Jamie Raskin kompak untuk meminta Cheatle mengundurkan diri.

"Komite ini tidak dikenal karena model bipartisannya, dan saya pikir hari ini kita bersatu dengan suara bulat dalam kekecewaan kita. Kami tidak yakin Anda bisa memimpin," kata Comer kepada Cheatle dilansir dari Reuters, Selasa (23/7/2024).

Sementara itu, Raskin menilai Cheatle telah kehilangan kepercayaan Kongres. Di sisi lain, Cheatle menyebut penembakan pada 13 Juli 2024 sebagai kegagalan operasional paling signifikan di Dinas Rahasia dalam beberapa dekade. Dia membandingkan kegagalan itu dengan percobaan pembunuhan mantan Presiden Ronald Reagan pada 1981.

Namun dia berulang kali menampik seruan untuk mengundurkan diri dan bahkan sesumbar dengan mengatakan bahwa dirinya adalah sosok terbaik untuk memimpin Dinas Rahasia saat ini.

"Saya pikir saya adalah orang terbaik untuk memimpin Dinas Rahasia saat ini," ujarnya.

Adapun, sidang pada Senin kemarin menandai putaran pertama pengawasan kongres atas percobaan pembunuhan di sebuah rapat umum kampanye di luar ruangan di Butler, Pennsylvania.

Trump terluka di telinga, satu peserta rapat umum tewas dan satu lainnya cedera. Tersangka penembakan, asisten panti jompo berusia 20 tahun Thomas Crooks, tewas di tangan aparat penegak hukum. Tidak diketahui jelas motif penembakan itu.

Pada Rabu besok, Direktur FBI Christopher Wray akan hadir di hadapan Komite Kehakiman DPR. Ketua DPR Mike Johnson juga akan mengumumkan gugus tugas bipartisan untuk bertindak sebagai titik penghubung bagi investigasi DPR.

Klaim Keamanan Trump Diperketat

Menghadapi klaim Partai Republik bahwa Dinas Rahasia menolak menyediakan sumber daya untuk melindungi Trump, Cheatle mengatakan sebaliknya, yakni keamanan untuk mantan presiden itu telah ditingkatkan menjelang penembakan.

"Tingkat keamanan yang diberikan kepada mantan presiden meningkat jauh sebelum kampanye dan terus meningkat seiring berkembangnya ancaman," kata Cheatle.

Dia menambahkan bahwa Dinas Rahasia menyediakan keamanan yang diminta oleh tim kampanye Trump untuk rapat umum tersebut.

Namun, Cheatle berulang kali menolak menjawab pertanyaan dari Partai Republik dan Demokrat yang secara terbuka frustrasi tentang perimeter keamanan yaitu apa yang diketahui pejabat tentang potensi ancaman dan keputusan yang mereka buat, serta perilaku mencurigakan dari tersangka.

Cheatle mengatakan dia ingin memberikan informasi faktual dengan mengutip beberapa investigasi yang sedang berlangsung, termasuk penyelidikan internal yang harus diselesaikan dalam waktu 60 hari.

Anggota parlemen dari kedua partai menolak gagasan penundaan 60 hari dan menuduh Cheatle menghalangi Kongres.

"Gagasan mengenai laporan yang keluar dalam 60 hari ketika lingkungan ancaman begitu tinggi di Amerika Serikat, terlepas dari partainya, tidak dapat diterima," kata Perwakilan Demokrat Alexandria Ocasio-Cortez.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper