Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tiga Pesan Jokowi ke Menlu China Wang Yi: Singgung Kereta Cepat Hingga IKN

Jokowi menyampaikan 3 pesan ke Menlu China Wang Yi di Istana Merdeka, Jakarta pada Kamis (18/4/2024) di antaranya soal kereta cepat dan IKN
Tiga Pesan Jokowi ke Menlu China Wang Yi: Singgung Kereta Cepat Hingga IKN. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kiri) bertemu dengan Menlu China Wang Yi, di Beijing, China, Sabtu (13/5)./Reuters
Tiga Pesan Jokowi ke Menlu China Wang Yi: Singgung Kereta Cepat Hingga IKN. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kiri) bertemu dengan Menlu China Wang Yi, di Beijing, China, Sabtu (13/5)./Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi baru saja melakukan kunjungan kehormatan untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta pada Kamis (18/4/2024).

Dalam pertemuan singkat tersebut, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi menjelaskan bahwa terdapat tiga pesan oleh Kepala Negara kepada Menlu dari Negeri Tirai Bambu itu.

"Bapak presiden menyampaikan pentingnya kedua negara meningkatkan kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan," ujarnya kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (18/4/2024).

Lebih lanjut, kata Retno, orang nomor satu di Indonesia itu pun juga menyoroti volume dan nilai perdagangan kedua negara yang terus meningkat dan kian seimbang.

Oleh sebab itu, dia melanjutkan bahwa Presiden Ke-7 RI itu mengharapkan terus dilakukannya pembukaan akses pasar produk Indonesia ke China, termasuk penyelesaian protokol untuk impor produk pertanian dan perikanan Indonesia.

Selanjutnya, dia mengatakan bahwa Jokowi juga mendorong agar kerja sama pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN) termasuk untuk moda transportasi.

Bahkan, dia menekankan bahwa Jokowi turut membahas mengenai masalah Kereta Cepat Jakarta-Bandung serta mendorong adanya alih teknologi, dan menilai perlu adanya percepatan penyelesaian studi kelayakan untuk perpanjangan trase ke Surabaya.

"Bapak presiden juga mendorong implementasi proyek strategis di kawasan industri Kalimantan Utara khususnya untuk investasi di bidang petrokimia," lanjutnya.

Pesan kedua, Retno memerinci bahwa pembahasan antara kedua tokoh itu membicarakan mengenai ketahanan pangan. Harapannya, kerja sama pertanian dua negara agar menjadi fokus penting untuk ditingkatkan, termasuk atau khususnya untuk padi, hortikultura dan juga durian, dengan salah satunya adalah mempelajari modeling pertanian China.

Pesan terakhir yang disampaikan oleh Jokowi, ujar Retno, adalah terkait dengan situasi di Timur Tengah. Kepala Negara asal Surakarta itu menekankan tidak ada pihak yang ingin melihat adanya eskalasi.

"Dan bapak presiden menyampaikan bahwa Indonesia terus melakukan komunikasi diplomatik dengan berbagai pihak termasuk Iran dan Amerika Serikat. Di dalam komunikasi tersebut Indonesia menekankan tiga hal. Yang pertama, pentingnya menahan diri. Yang kedua, pentingnya terjadi deeskalasi. Dan yang ketiga, meminta negara-negara untuk menggunakan pengaruhnya untuk menghindari terjadinya eskalasi," tuturnya.

Retno menekankan bahwa, di dalam diskusi itu, posisi China dan Indonesia sama. Sehingga pemerintah meyakini bahwa China akan menggunakan pengaruhnya agar eskalasi dapat dicegah.

"Dalam diskusi RRT tadi menekankan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina melalui two state solution sama persis dengan posisi Indonesia. Dan kedua belah pihak juga sepakat bahwa penyelesaian Palestina harus diselesaikan secara adil melalui two state solution jika kita ingin melihat stabilitas di Timur Tengah," katanya.

Untuk diketahui, kehadiran Wang Yi ke Istana Kepresidenan untuk menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi). Wang Yi datang sekitar pukul 09.24 WIB bersama para stafnya. Saat disapa wartawan, dia melambaikan tangan dan menyinggung soal udara Jakarta yang menurutnya terasa menyenangkan.

Nice weather,’ ujar Wang Yi singkat.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Akbar Evandio
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper