Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Iran Vs Israel Memanas, Sekjen PBB Wanti-wanti Timur Tengah di Ambang Kehancuran

Sekjen PBB Antonio Guterres memperingatkan agar semua pihak tidak meningkatkan ketegangan lebih lanjut di kawasan Timur Tengah usai serangan Iran ke Israel.
Sekjen PBB Antonio Guterres buka suara terkait meningkatnya ketegangan di Timur Tengah pascaserangan Iran ke Israel/Reuters
Sekjen PBB Antonio Guterres buka suara terkait meningkatnya ketegangan di Timur Tengah pascaserangan Iran ke Israel/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan agar semua pihak dapat menahan diri dan tidak meningkatkan ketegangan lebih lanjut di kawasan Timur Tengah dengan membalas serangan Iran.

Dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB, Minggu (14/4/2024), Guterres mengatakan, kepada negara-negara anggota bahwa piagam PBB melarang penggunaan kekuatan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik negara mana pun. Dia juga mengutuk serangan Iran terhadap Israel.

"Timur Tengah berada di ambang kehancuran. Masyarakat di kawasan ini sedang menghadapi bahaya nyata berupa konflik berskala penuh yang menghancurkan. Sekaranglah waktunya untuk meredakan ketegangan dan mengurangi eskalasi," kata Guterres pada pertemuan yang diadakan setelah serangan Iran, dikutip dari Reuters, Senin (15/4/2024).

Iran meluncurkan sejumlah pesawat tak berawak dan menembakkan rudal pada Sabtu (13/4/2024) dalam serangan langsung pertamanya ke wilayah Israel, yang berisiko menimbulkan eskalasi besar.

Serangan tersebut merupakan tanggapan atas serangan yang diduga dilakukan Israel terhadap kompleks kedutaan besar Iran di Suriah pada tanggal 1 April yang menewaskan para komandan Garda Revolusi, menyusul bentrokan berbulan-bulan antara Israel dan sekutu-sekutu regional Iran, yang dipicu oleh perang di Gaza.

Robert Wood, wakil duta besar AS untuk PBB, menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB untuk dengan tegas mengutuk serangan Iran.

"Dalam beberapa hari mendatang, dan melalui konsultasi dengan negara-negara anggota lainnya, Amerika Serikat akan menjajaki langkah-langkah tambahan untuk meminta pertanggungjawaban Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa," ujarnya, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

"Biar saya perjelas, jika Iran atau proksi-proksinya mengambil tindakan terhadap Amerika Serikat atau tindakan lebih lanjut terhadap Israel, Iran akan bertanggung jawab," imbuhnya.

Duta Besar Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani mengatakan bahwa tindakan negaranya diperlukan dan proporsional. Dia menuturkan, meskipun Teheran tidak mencari eskalasi atau perang di wilayah tersebut dan tidak berniat untuk terlibat dalam konflik dengan AS, Iran menegaskan haknya untuk membela diri.

"Jika AS memulai operasi militer terhadap Iran, warganya, atau keamanan dan kepentingannya, Iran akan menggunakan hak yang melekat pada dirinya untuk merespons secara proporsional," kata Iravani.

Sementara itu, Duta Besar Israel untuk PBB Gilad Erdan menuduh Iran melanggar hukum internasional dalam pertemuan tersebut dan memutar video di sebuah tablet yang menurutnya menunjukkan pencegatan pesawat tak berawak Iran di atas kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, salah satu tempat tersuci umat muslim.

Erdan meminta Dewan Keamanan untuk mengutuk Iran, memberlakukan kembali sanksi-sanksi, dan menetapkan Garda Revolusi Iran sebagai organisasi teror.

"Tombol tunda tidak lagi menjadi pilihan. Satu-satunya pilihan adalah mengutuk Iran dan menggunakan segala cara yang diperlukan untuk membuat mereka membayar harga yang mahal atas kejahatan mereka yang mengerikan," ujar Erdan.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper