Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

DPR Protes Bansos dan BLT Negara Dibagikan Saat Pemilu 2024

DPR RI menilai bansos dan BLT seharusnya dibagikan ke masyarakat saat terjadinya gagal panen dan el nino di Indonesia bukan jelang Pemilu 2024.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi menteri Kabinet Indonesia Maju berkunjung ke Lapangan Sepak Bola Klumpit Tingkir, Kota Salatiga, Provinsi Jawa Tengah, pada Senin (221/1/2024) untuk mengecek bansos atau bantuan pangan. Dok BPMI Setpres
Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi menteri Kabinet Indonesia Maju berkunjung ke Lapangan Sepak Bola Klumpit Tingkir, Kota Salatiga, Provinsi Jawa Tengah, pada Senin (221/1/2024) untuk mengecek bansos atau bantuan pangan. Dok BPMI Setpres

Bisnis.com, JAKARTA - DPR RI protes terhadap pemerintah yang membagikan bantuan sosial (bansos) dan bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat untuk kepentingan politik, khususnya jelang Pemilu 2024. 

Anggota Komisi VIII DPR, Maria Yohana Esti Wijayati berpandangan bahwa bansos dan BLT seharusnya dibagikan ke masyarakat saat terjadinya gagal panen dan el nino di Indonesia.

Namun pada kenyataannya, menurut Esti, pemerintah malah membagikan bansos dan BLT bertepatan dengan Pemilu 2024 yang dianggap tidak tepat.

"El nino itu kan sudah berakhir pada awal Januari 2024 lalu, kemudian bansos kepada masyarakat sudah disalurkan sebelumnya. Nah, terus kok kenapa menjelang pesta demokrasi penyaluran bansos menjadi semakin agresif?" tuturnya di Jakarta, Selasa (19/3).

Selain itu, politisi PDI-Perjuangan tersebut juga mengemukakan bahwa seharusnya penyaluran bansos dilakukan oleh satu Kementerian atau Lembaga. Hal itu menurut Esti agar dalam pelaksanaannya menjadi lebih jelas dan terukur.

“Bansos jelang pemilu itu dari mana apakah dari Kemensos atau Kementerian lain? Sebaiknya penyaluran bansos itu dilakukan satu Kementerian/Lembaga saja,” katanya.

Senada juga disampaikan Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina yang mengemukakan penyaluran bantuan sosial dan bantuan langsung tunai yang terus menerus dapat berdampak buruk kepada masyarakat. 

Pasalnya, menurut Selly, nantinya warga akan terbiasa dengan bantuan pemerintah sehingga menimbulkan rasa malas.

“Nanti masyarakat jadi malas untuk bekerja malas untuk beraktifitas karena sudah terbiasa disalurkan bansos. Dampaknya tentu akan mempengaruhi kestabilan ekonomi Indonesia,” ujarnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper