Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

CEK FAKTA: Sampang Rusuh Akibat Surat Suara Sudah Tercoblos, Ini Faktanya

Penggalan video memperlihatkan kerusuhan di TPS 21 Desa Gunung Kesan, Karang Penang, Sampang, Madura saat masa pencoblosan hari ini.
Aparat kepolisian berjaga di belakang barikade kawat berduri di jalan Imam Bonjol, dekat kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Selasa (21/5/2019)./Bisnis-Triawanda Tirta Aditya
Aparat kepolisian berjaga di belakang barikade kawat berduri di jalan Imam Bonjol, dekat kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Selasa (21/5/2019)./Bisnis-Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA — Penggalan video memperlihatkan kerusuhan di TPS 21 Desa Gunung Kesan, Karang Penang, Sampang, Madura saat masa pencoblosan hari ini.

Penggalan video yang sudah terlanjur viral di Facebook dan TikTok sejak kemarin malam itu membangun narasi masyarakat yang rusuh akibat tidak kebagian surat undangan pencoblosan ke TPS.

Sementara itu, video yang disertai keterangan tulis atau caption singkat itu juga menerangkan surat suara sudah tercoblos untuk pasangan calon nomor urut 2.

“Kejadian daerah Nongkesan Sampang, surat undangan tidak bagikan, surat suara sudah tercoblos duluan dan rumah Ketua KPPS diancam mau dibakar sama warga,” tulis akun Facebook dengan nama Abu Ubaidah dikutip, Rabu (14/2/2024).

Adapun di TikTok, video itu lebih banyak mendapat respon dan interaksi dari warga net. Misalkan, akun TikTok dengan nama achmadrifai4717 membangikan potongan video yang sama dan telah dibagikan ulang sebanyak 756 kali.

“Pilplres 2024, Madura Gempar satu desa surat suara tidak dibagikan masyarakat marah, surat suara sudah tercoblos,” tulis pengguna TikTok tersebut.

Berdasarkan penelusuran Bisnis, video itu memang tersebar sehari sebelum hari pencoblosan. Hanya saja, dengan narasi yang keliru. Video-video itu mulai beredar di WA group atau medsos sekitar pukul 22.00 WIB, Selasa (13/2/2024).

“Setelah ditelusuri dan didalami, kami jelaskan bahwa itu narasi hoaks dan hanya kesalahpahaman semata,” kata Ketua KPU Sampang Addy Imansyah lewat keterangan resmi, Rabu (14/2/2024).

Fakta sebenarnya, menurut penuturan Addy, Selasa (tanggal 13/2/2024), sekitar pukul 20.00 WIB, beberapa orang mendatangi KPPS yang saat itu sedang mendirikan TPS.

“Mereka menduga surat suara sudah dicoblos. Sekalipun KPPS sudah menjelaskan aktivitasnya mendirikan TPS, bukan coblos surat suara. Akan tetapi penjelasan itu dihiraukan,” kata Addy.

Orang-orang tersebut lalu membawa perlengkapan pemungutan suara berupa bilik suara sebanyak 4 buah. Selain itu, mereka juga membawa 3 orang KPPS.

Adapun kotak suara (dengan alasan keamanan) memang setelah diterima oleh KPPS dari PPS pada hari Selasa (tanggal 13/2/2024) lalu dititipkan di gudang penyimpanan PPS. Dan baru digeser ke TPS pagi hari (Rabu,14/2/2024) sebelum jam pelaksanaan rapat pemungutan suara dimulai.

“Setelah dimediasi, akhirnya bilik suara dan KPPS dilepaskan,” tuturnya.

Beberapa saat setelah dilepas. KPPS langsung melanjutkan pendirian TPS yang tertunda, memastikan keamanan dan keutuhan kotak suara serta bersiap melaksanakan pemungutan suara sesuai jadwal, yakni dimulai pada pukul 07.00 s/d 13.00 WIB Hari Rabu (Tanggal 14/2/2024).

“KPU Sampang mengecam tindakan kekerasan verbal tersebut. Tindakannya tidak hanya menghambat tahapan Pemilu. Tapi juga menyisakan trauma psikis bagi korban,” kata dia.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Edi Suwiknyo

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper