Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kaesang Sindir Korupsi Bansos Covid, Lebih Parah dari Politisasi

Ketum PSI Kaesang Pangarep menjawab isu politisasi bansos yang diduga terjadi menjelang Pemilu 2024.
Kaesang Sindir Korupsi Bansos Covid, Lebih Parah dari Politisasi. Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Jokowi, memberikan klarifikasi soal kesiapan dirinya menjadi calon Walikota Depok, Jawa Barat. Dok. Youtube Kaesang Pangarep.
Kaesang Sindir Korupsi Bansos Covid, Lebih Parah dari Politisasi. Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Jokowi, memberikan klarifikasi soal kesiapan dirinya menjadi calon Walikota Depok, Jawa Barat. Dok. Youtube Kaesang Pangarep.

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep menjawab isu dugaan politisasi bantuan sosial (bansos) menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2024.

Dia menilai persoalan bansos yang dikorupsi saat pandemi Covid-19 lalu jauh lebih bermasalah. 

"Mungkin saat ini dipermasalahkan, tetapi menurut saya jauh lebih bermasalah jika bansos itu saat Covid, dikorupsi," katanya, kepada awak media di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu malam (4/2/2024). 

Adapun, korupsi bansos saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia terungkap dengan tersangka Juliari Batubara yang saat itu menjabat menteri sosial (mensos). 

Lebih lanjut, Gibran juga mengamini bahwa dalam penyaluran bansos harus dilakukan dengan tepat waktu dan tepat sasaran. 

Seperti diketahui, kasus korupsi dana bansos yang melibatkan politisi PDI Perjuangan itu bermula dari program pengadaan bansos penanganan Covid-19 berupa paket sembako di Kementerian Sosial (Kemensos) RI senilai Rp5,9 triliun, pada 2020.

Pengadilan memvonis Juliari Batubara terbukti bersalah atas korupsi dana bansos Covid-19 dan menjatuhkan vonis 12 tahun penjara.

Sebelumnya, calon presiden (capres) nomor urut 1 Anies Baswedan mengkritisi penyaluran bansos dalam debat terakhir, pada Minggu malam (4/2/2024). 

Saat debat capres, Anies menegaskan bahwa bansos diberikan untuk kepentingan penerima bansos, bukan kepentingan pemberi.

“Bansos itu bantuan untuk penerima, bukan bantuan untuk pemberi. Karenanya, ia diberi sesuai dengan kebutuhan penerima,” kata Anies.

Adapun Anies juga menyinggung soal data penerima bansos yang harus tepat sasaran, dengan cara melakukan pendataan yang akurat.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Erta Darwati
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper