Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

WHO: Tuduhan Israel ke UNRWA Pengalihan dari Gencarnya Serangan ke Jalur Gaza

Beberapa staf UNRWA terlibat dengan Hamas dalam serangan terhadap Israel, pada 7 Oktober 2023.
Tentara Israel menembakkan rudal ke jalur Gaza, Yerusalem / Twitter
Tentara Israel menembakkan rudal ke jalur Gaza, Yerusalem / Twitter

Bisnis.com, JAKARTA - Juru Bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Christian Lindmeier mengatakan bahwa tuduhan Israel ke Lembaga Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) dilakukan sebagai pengalih perhatian dari serangan yang gencar di Jalur Gaza. 

Dia mendesak negara-negara di dunia untuk terus mendanai badan pengungsi Palestina PBB, UNRWA tersebut, pada Selasa (30/1/2024). 

“Tuduhan saat ini hanya mengalihkan perhatian dari apa yang terjadi setiap hari, setiap jam, setiap menit di Gaza,” katanya, saat konferensi pers PBB di Jenewa, dikutip dari Anadolu, Rabu (31/1/2024). 

Lindmeier mengacu pada tuduhan baru-baru ini oleh Israel bahwa beberapa staf UNRWA terlibat dengan Hamas dalam serangan terhadap Israel, pada 7 Oktober 2023.

Meski tuduhan itu kini harus diselidiki, dia mengatakan bahwa klaim tersebut saat ini berfungsi sebagai "pengalih perhatian" dari tindakan yang menghalangi akses seluruh negara ke Gaza untuk mengirim makanan, air, tempat tinggal dan listrik.

Selain itu, menurutnya itu juga sebagai pengalihan perhatian dari penembakan terus-menerus terhadap warga Palestina di Gaza, bahkan di wilayah yang ditetapkan aman, serta dari serangan terhadap tempat penampungan, sekolah, dan rumah sakit.

“Hampir 27.000 kematian yang terjadi saat ini, dimana 70% di antaranya adalah perempuan dan anak-anak," ujarnya. 

Setidaknya ada 12 negara telah menangguhkan pendanaan untuk UNRWA, di antaranya Jerman, Swiss, Italia, Kanada, Finlandia, Australia, Inggris, Belanda, Amerika Serikat (AS), Prancis, Austria, dan Jepang

"Itu pengalih perhatian. Dan betapapun pentingnya pembahasan ini (mengenai tuduhan), jangan sampai kita melupakan permasalahan sebenarnya yang ada di lapangan," katanya.

Sementara itu, UNRWA mengatakan bahwa lembaganya itu telah memutuskan kontrak dengan beberapa karyawan menyusul tuduhan Israel tersebut. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Erta Darwati
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper