Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terungkap Isi Pembicaraan Sultan HB X dengan Jokowi, Ada Pembahasan Khusus?

Sultan Hamengku Buwono X mengungkapkan isi pertemuannya dengan Presiden Jokowi pada Minggu (28/1/2024) lalu.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, saat ditemui wartawan di Kantor Gubernur DIY, Jumat (9/10/2020). - Ist/ Dok Humas Pemda DIY.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, saat ditemui wartawan di Kantor Gubernur DIY, Jumat (9/10/2020). - Ist/ Dok Humas Pemda DIY.

Bisnis.com, JAKARTA - Sultan Hamengku Buwono X mengungkap isi pembicaraannya dengan Presiden Jokowi pada Minggu (28/1/2023) lalu.

Di hadapan wartawan, Sultan HB X awalnya mengaku bahwa pertemuan tersebut biasa saja. Keduanya hanya berbincang dan diskusi santai.

"Masak saya cerita (lengkapnya). Ya kongkow-kongkow, diskusi aja, sama seperti yang lain," kata Sultan, Senin (29/1).

Ditanya mengapa baru bertemu mendekati Pilpres, Sultan HB X mengungkap bahwa Presiden baru datang hari Minggu tersebut

"Presiden kan baru datang kemaren. Belum (bertemu sebelumnya), ya baru kemaren itu," lanjutnya.

Sultan pun mengungkap memang ada pembicaraan khusus dengan Jokowi, salah satu yang dibahas yakni politik.

"Ya pembicaraan khusus ya jelas ada, wong ketemu ning ngomah (di rumah). Tidak ada intervensi, hak saya apa intervensi. Iya (bicara politik) dari pengamatan aja," pungkas Sultan HB X.

Diketahui, keduanya bertemu kurang lebih satu jam di Keraton Kilen, Yogyakarta, Minggu. Presiden tiba di kawasan Keraton Kilen sekitar pukul 10.25 WIB dengan menggunakan mobil Alpard berwarna hitam.

Penghageng Kawedanan Hageng Punokawan (KHP) Kridhomardowo Keraton Yogyakarta Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Notonegoro menuturkan bahwa Sultan HB X berpesan kepada awak media agar pertemuan empat mata itu tidak diterjemahkan berlebihan.

"Ada pesan dari kami, mohon jangan dinarasikan yang enggak-enggak lah. Ngarsa Dalem dengan Bapak Presiden kan memang sering bersilaturahmi. Gitu saja," kata dia.

Menurut dia, pertemuan itu tidak dilakukan di Kepatihan atau Kantor Gubernur DIY karena bertepatan hari libur.

"Kebetulan hari ini kan hari Minggu, kebetulan Ngarsa Dalem tidak di Kepatihan. Kemudian kalau di sini kan banyak pariwisata kemudian Ngarsa Dalem 'dhawuh'-nya menerima di Keraton Kilen," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper