Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Manuver Jokowi Usai Sebut Presiden Boleh Kampanye, Temui Sri Sultan hingga AHY

Di Yogyakarta, Jokowi tercatat bertemu Sri Sultan HB X dan AHY. Pertemuan ini menjadi sorotan publik usai Jokowi sebut Presiden boleh berkampanye
Presiden Joko Widodo (Jokowi) / Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) / Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden

Bisnis.com, JAKARTA - Belakangan gerak-gerik Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menjadi sorotan usai 'mendeklarasikan' bahwa Pemimpin Negara RI diperbolehkan berkampanye dan memihak sesuai UU yang berlaku.

Ambil contoh, agenda Jokowi yang disorot adalah saat melakukan pertemuan dengan Sri Sultan Hamengkubuwono X di Keraton Kilen, Yogyakarta.

Bukan tanpa sebab pertemuan itu disorot publik karena dinilai sarat akan politis. Pasalnya, menjelang Pemilu 2024, ketiga calon presiden telah bertemu dengan tersebut.

Capres yang pertama bertemu Sultan adalah Ganjar Pranowo pada (27/12/2023). Dia mengatakan bahwa pertemuannya dengan Sultan untuk bersilaturahmi sekaligus meminta restu menjelang Pilpres 2024.

"Tentang perkembangan bangsa dan negara. Saya kan sekolah di sini, lama di sini, beliau sesepuh yang banyak nasihatnya. Situasi kondisi hari ini yang harus kita jaga kondusivitas. Intinya itu saja," ungkap Ganjar.

Kemudian, pada Selasa (21/1/2024) capres nomor urut 2, Prabowo Subianto melakukan sowan ke Sri Sultan HB X. Tak tanggung-tanggung, dalam pertemuannya itu dia didampingi oleh pasangannya, Gibran Rakabuming Raka.

"Tadi minta pandangan-pandangan dari beliau. Jadi sesuai budaya kita, kalau mau masuk ke suatu tempat kami datang ke yang paling tua. Jadi kami mohon izin gitu untuk masuk ke DIY," ujar Prabowo usai pertemuan tertutup itu.

Dalam pertemuan ini, Sri Sultan HB X menegaskan bahwa dirinya tetap bersikap netral pada Pilpres 2024. Meskipun begitu, Sultan juga mempersilakan semua pasangan Capres dan Cawapres berkampanye di DIY.

Selang tiga hari kemudian, Anies Baswedan menjadi capres terakhir yang mengunjungi Sri Sultan HB X. Dia mengatakan selaku orang yang bertumbuh kembang di Yogyakarta, merasa perlu untuk meminta restu dan doa kepada Sri Sultan.

“Kami mendapatkan kehormatan diterima oleh Ngarsa Dalem, Sri Sultan Hamengku Bowono X, sebuah silaturahmi saya sebagai kawula Yogya yang tumbuh besar di Yogya yang sekarang bekerja, berkarier di Jakarta dan sedang mendapatkan amanah mengikuti proses kontestasi pemilihan presiden," kata Anies.

Setelah serangkaian pertemuan dengan ketiga capres itu, pada Minggu (28/1/2024) Jokowi juga bertemu dengan Sri Sultan HB X. Dalam hal ini, Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana menegaskan bahwa pertemuan itu hanya salah satu agenda kunjungan kerja ke berbagai daerah.

Lebih lanjut, Ari menegaskan bahwa kunjungan itu tidak bermuatan politis karena Kepala Negara hingga saat ini belum ada rencana berkampanye meskipun Undang-Undang Pemilu memperbolehkan keterlibatan Presiden dalam kampanye.

"Meskipun diperbolehkan UU Pemilu, tetapi sampai saat ini, Presiden Jokowi belum ada rencana berkampanye," pungkas Ari.

Senada dengan Ari, Penghageng Kawedanan Hageng Punokawan (KHP) Kridhomardowo Keraton Yogyakarta Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Notonegoro menuturkan kunjungan Presiden di kediaman Sultan merupakan silaturahmi biasa.

Meskipun Notonegoro mengaku tidak tahu mengenai isi pembicaraan Presiden bersama Sultan. Namun demikian, menantu Sultan HB X itu berpesan kepada awak media agar pertemuan empat mata itu tidak diterjemahkan berlebihan.

"Ada pesan dari kami, mohon jangan dinarasikan yang enggak-enggak lah. Ngarsa Dalem dengan Bapak Presiden kan memang sering bersilaturahmi. Gitu saja," kata Notonegoro.

Jokowi Bertemu AHY

Selain bertemu dengan Sri Sultan, orang nomor satu di Indonesia itu kemudian melakukan pertemuan dengan pimpinan partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Agus mengatakan pertemuan itu mendiskusikan banyak hal dengan Presiden Jokowi, termasuk membahas kesiapan pemilihan umum (Pemilu) 2024.

"Pagi ini bersepeda dan sarapan gudeg bersama Bapak Presiden @jokowi di Yogyakarta. Kami juga berdiskusi banyak hal, termasuk kesiapan Pemilu agar bisa berjalan aman, damai dan demokratis. Terima kasih Pak Jokowi, semoga sehat selalu," katanya, di X, Minggu (28/1/2024).

Di samping itu, Istana Kepresidenan melalui Ari Dwipayana mengatakan bahwa Jokowi dan AHY melakukan pertemuan untuk menikmati suasana alun-alun utara Yogyakarta dengan bersepeda. Lalu, melakukan sarapan di Rumah Makan Gudeg Yu Djum, Wijilan, Yogyakarta.

Ari pun mengamini dalam giat sarapan tersebut Jokowi dan putra dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu membahas sejumlah topik pembicaraan. Salah satunya situasi perpolitikan di Tanah Air.

Di samping itu, Ari menegaskan bahwa pertemuan Kepala Negara dengan berbagai tokoh politik merupakan hal yang lumrah. Apalagi itu dilakukan di hari libur, dalam suasana informal, rileks, sambil sarapan.

“Menjalin komunikasi dan silaturahmi antar tokoh politik, antar tokoh bangsa sangat  penting. Perlu didukung, apalagi untuk kebaikan dan kemajuan bangsa. Karena persoalan bangsa tidak bisa diselesaikan sendiri, perlu semangat kolaborasi, kerjasama dan sinergi,” pungkas Ari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper