Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sederet Diplomat yang Pilih Walk Out saat Israel Pidato di PBB

Tak hanya Menlu Retno Marsudi, setidaknya puluhan diplomat negara lain ikut walk out saat sidang terbuka PBB menuntut genjatan senjata Israel vs Palestina.
Para delegasi negara-negara dalam pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), di markas besar PBB di New York, AS, 10 November 2023. REUTERS/David Dee Delgado
Para delegasi negara-negara dalam pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), di markas besar PBB di New York, AS, 10 November 2023. REUTERS/David Dee Delgado

Bisnis.com, JAKARTA - Debat terbuka yang dilangsungkan oleh Dewan Keamanan PBB diwarnai dengan adu argumen dan walk out.

Aksi walk out tersebut dilakukan oleh sejumlah diplomat saat Duta Besar Israel Gilad Erdan menyampaikan pidatonya.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi ikut melakukan walk out bersama para diplomat lain yang berasal dari negara-negara Arab.

Aksi tersebut dilakukan karena Gilad Erdan terus memberikan pernyataan yang terkesan playing victim terhadap konflik di Gaza.

Melansir dari Almayadeen, Gilad memutarbalikkan fakta dengan mengatakan bahwa Hamas akan berkuasa lagi saat Israel melakukan genjatan senjata.

“Ini bukanlah perang yang dipilih Israel. Tapi kami akan mempertahankan masa depan kami sama seperti anda masing-masing membela masa depan negara anda,” ucapnya yang kemudian diikuti oleh aksi Walk Out oleh sejumlah diplomat.

Dari rekaman video pada Rabu (24/1/2024), setidaknya ada 20 lebih diplomat yang memutuskan untuk meninggalkan debat terbuka tersebut.

Meskipun belum diketahui secara rinci negara mana saja yang memilih untuk meninggalkan debat terbuk tersebut.

Adapun momen para diplomat meninggalkan debat terbuka DK PBB tersebut terekam kamera dan dibagikan oleh salah satu media yakni Middle East Eye.

"Para diplomat keluar dari pertemuan Dewan Keamanan PBB segera setelah Gilad Erdan, duta besar Israel untuk PBB, mulai berbicara, sebagai protes terhadap agresi Israel di Gaza," tulis pemberitaan mereka dikutip Kamis (25/1).

Dalam pidatonya, Gilad Erdan juga menyinggung mengenai ancaman yang dilayangkan Iran sebagai bentuk solidaritas untuk Hamas dan Palestina.

“Limpahan konflik tidak terjadi secara ajaib. Itu sudah direncanakan dan diinstruksikan,” klaimnya lebih lanjut.

Namun karena tak ada titik terang mengenai genjatan senjata yang diminta, beberapa diplomat akhirnya memilih untuk walk out.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper