Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Strategi Singapura Antisipasi Lonjakan Covid-19 Lewat Telemedis

Jumlah pasien Covid di Singapura yang berkonsultasi dengan dokter di WhiteCoat, penyedia layanan telemedicine meningkat secara signifikan
Strategi Singapura Antisipasi Lonjakan Covid-19 Lewat Telemedis. Ilustrasi pasien Covid-19 yang sedang menjalani isoman berkonsultasi dengan dokter via layanan telemedisin/Freepik
Strategi Singapura Antisipasi Lonjakan Covid-19 Lewat Telemedis. Ilustrasi pasien Covid-19 yang sedang menjalani isoman berkonsultasi dengan dokter via layanan telemedisin/Freepik

Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah lonjakan kasus Covid-19 terbaru di Singapura, banyak orang yang mencari pengobatan di klinik maupun secara daring atau sosial media.

Direktur medis senior perusahaan tersebut, Dr Tan Ming Wei mengatakan, jumlah pasien yang berkonsultasi dengan dokter di WhiteCoat, penyedia layanan telemedis (telemedicine) meningkat secara signifikan.

“Jumlah pasien kami tetap meningkat. Sejauh ini sudah sekitar 50 persen lebih tinggi dibandingkan bulan Desember lalu,” ujarnya dilansir dari CNA, Jumat (29/12/2023).

Jumlahnya mulai meningkat pada Oktober tahun ini, dan sejak itu tim yang terdiri dari sekitar 100 dokter telah bekerja sama, tambahnya.

“Meskipun terkadang antriannya bisa mencapai beberapa ratus [pasien], kami memiliki tim medis internal yang cukup besar dan dokter mitra yang cukup banyak,” katanya.

Di seluruh 48 klinik GP Raffles Medical, jumlah pasien meningkat 30 hingga 50 persen pada saat natal hingga tahun baru, kata direktur medis klinik tersebut, Dr Chng Shih Kiat.

Perkiraan rata-rata pergerakan infeksi Covid-19 dalam tujuh hari mencapai 3.650 pada Selasa (26/12/2023), kurang dari setengah dari 7.870 pada 12 Desember.

Doctor Anywhere yang menyediakan layanan telehealth dan memiliki sembilan klinik fisik di seluruh pulau dan jumlah pasien Covid-19 meningkat dua kali lipat dibandingkan bulan lalu, kata sang juru bicara.

Untuk mempersingkat waktu tunggu dan menambah kapasitas, penyedia layanan kesehatan telah menjadwalkan ulang beberapa janji temu yang tidak mendesak, seperti pasien yang telah memesan pemeriksaan kesehatan.

Meskipun sejumlah besar pasien yang berkonsultasi dengan WhiteCoat mengidap Covid-19, kata Dr Tan, sebagian besar juga menderita penyakit lain seperti infeksi pernapasan non-Covid, gastroenteritis, dan cedera ringan. (Syahra Fauzia)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Redaksi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper