Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Menlu Retno Ungkap Syarat Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

Menlu RI Retno Marsudi mengatakan Indonesia hanya akan berkontribusi mengirim pasukan perdamaian jika di bawah mandat DK PBB.
Tentara Israel duduk di dalam kendaraan militer, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Islam Palestina Hamas, dekat perbatasan dengan Gaza, di Israel selatan, 18 Desember 2023. REUTERS/Ronen Zvulun
Tentara Israel duduk di dalam kendaraan militer, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Islam Palestina Hamas, dekat perbatasan dengan Gaza, di Israel selatan, 18 Desember 2023. REUTERS/Ronen Zvulun

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi mengatakan bahwa Indonesia hanya akan berkontribusi mengirim pasukan perdamaian ke Gaza, jika di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). 

Dia mengatakan bahwa selama ini Indonesia selalu menjadi pengirim kontribusi terbesar untuk pasukan perdamaian. 

"Selama ini kita selalu jadi pengirim kontribusi terbesar untuk peace keeper. Saya banyak sekali mendapatkan pertanyaan kalau misalnya ada konflik terus apakah Indonesia akan menyumbang tentara? kita hanya akan berkontribusi apabila itu di bawah UN, dan UN itu berarti berdasarkan mandat dari Dewan Keamanan (DK) PBB," katanya, secara langsung kepada awak media, Rabu (27/12/2023).

Lebih lanjut, Retno menegaskan bahwa jika tidak ada mandat dari PBB, maka Indonesia tidak akan ikut atau mengirimkan peace keepers, ke medan perang. 

"Kita salah satu dari 10 penyumbang terbesar, ini mandat dari UUD kita terutama mukadimahnya bahwa kita harus berkontribusi dalam menjaga perdamaian dunia, jadi itu adalah salah satu penerjemahannya," ujarnya. 

Seperti diketahui sebelumnya, Kementerian Pertahanan Asean juga sudah membahas tentang pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza Palestina. 

Menteri Pertahanan Malaysia Mohamad Hassan mengatakan bahwa isu-isu terkait Palestina diangkat dalam pertemuan para Menteri Pertahanan Asean. 

“Kami ingin mendengar suara Asean, karena kami yakin akan peran penting Asean. Sangat penting bahwa semua negara Asean sepakat bahwa kami harus mengirim pasukan ke Palestina di bawah bendera PBB,” katanya, dilansir Bernama, Rabu (1/11/2023). 

Hassan menyatakan bahwa sejauh ini belum ada keputusan PBB mengenai pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza, Palestina. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Erta Darwati
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper