Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Profil Tokoh Sayap Kanan Anti-Islam Geert Wilders, Pemenang Pemilu Belanda

Berikut profil tokoh populis sayap kanan ekstrem Geert Wilders memenangkan pemilihan umum Belanda.
Politisi sayap kanan Belanda dan pemimpin partai PVV, Geert Wilders bertemu dengan anggota partainya di Parlemen Belanda, setelah pemilihan parlemen Belanda, di Den Haag, Belanda 23 November 2023./Reuters
Politisi sayap kanan Belanda dan pemimpin partai PVV, Geert Wilders bertemu dengan anggota partainya di Parlemen Belanda, setelah pemilihan parlemen Belanda, di Den Haag, Belanda 23 November 2023./Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Tokoh populis sayap kanan ekstrem Geert Wilders memenangkan pemilihan umum Belanda. Hal ini kemudian mengejutkan umat muslim negara tersebut lantaran Wilders merupakan tokoh anti-islam. 

Untuk diketahui, Wilders telah terpilih dalam pemilihan umum Belanda pada Kamis (23/11). Muhsin Koktas dari organisasi Muslim CMO mengungkapkan bahwa dia tak menyangka parta dengan program yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar negara hukum akan menjadi begitu besar. 

Mengutip Reuters, Jumat (24/11/2023) Wilders memiliki pandangan yang provokatif terhadap Islam. Akibatnya, selama bertahun-tahun, dia telah hidup di bawah perlindungan polisi yang ketat dan mendapatkan ancaman kematian.

Wilders sendiri telah menyebut Nabi Muhammad sebagai "pedofil", Islam sebagai "ideologi fasis" dan "agama terbelakang". Bahkan, dia ingin melarang masjid dan Alquran di Belanda.

Komentar dari Wilders telah menimbulkan protes, bahkan terkadang disertai kekerasan di negara-negara dengan populasi Muslim yang besar, termasuk Pakistan, Indonesia dan Mesir. Bahkan di Pakistan, seorang pemuka agama mengeluarkan fatwa yang menentangnya.

Selain itu, dia juga pernah dihukum karena diskriminasi terhadap orang Maroko setelah memimpin nyanyian di sebuah rapat umum kampanye pada tahun 2014, ketika dia bertanya kepada kerumunan apakah mereka menginginkan lebih banyak atau lebih sedikit orang Maroko

Pada tahun 2021, ketika Mahkamah Agung menguatkan vonisnya, Wilders mengatakan bahwa dia adalah korban "perburuan penyihir" dan sistem hukum yang rusak.

Dia juga memproklamirkan diri sebagai pendukung Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban yang nasionalis, dan Wilders secara eksplisit anti-Uni Eropa. 

Wilders mendesak Belanda untuk mengambil alih kembali kendali atas perbatasannya, untuk secara signifikan mengurangi pembayarannya kepada serikat tersebut, dan memblokir pintu masuk anggota baru.

Dirinya juga berulang kali mengatakan bahwa Belanda harus berhenti menyediakan senjata untuk Ukraina, karena menurutnya negara ini membutuhkan senjata untuk mempertahankan diri. Namun, tidak ada satu pun partai yang berpotensi membentuk pemerintahan yang memiliki gagasan-gagasan ini.

Meskipun sebelumnya dia pernah membuat komentar anti-Uni Eropa, Wilders memoderasi nadanya selama kampanye pemilu sebagai upaya untuk memasukkan partainya ke dalam pemerintahan. Wilders harus bekerja sama dengan partai-partai pro-Uni Eropa untuk membentuk sebuah koalisi.

Namun, Wilders tetap mempertahankan pendekatan anti-imigrasi yang ketat dan mengutamakan Belanda. Hal ini membuat partainya, Party for Freedom (PVV), mendapatkan dukungan terbesar dalam 17 tahun keberadaannya.

"Sudah cukup sekarang. Belanda tidak tahan lagi. Kita harus memikirkan rakyat kita sendiri sekarang. Perbatasan ditutup. Tidak ada pencari suaka," jelas Wilders dalam debat televisi, sebelum terpilih. 

Sosok Wilders

Wilders telah berkecimpung selama 25 tahun di dunia politik Belanda, tanpa pernah memegang jabatan. Dia adalah salah satu tokoh politikus yang paling dikenal di Belanda berkat rambutnya yang dicat sehingga berwarna pirang.

Namun, sedikit yang mengetahui tentang kehidupan pribadinya. Diketahui bahwa dia menikah dengan wanita kelahiran Hongaria, memiliki dua kucing, menikmati bermain "Mario Kart" di PlayStation-nya dan membaca komik Donald Duck.

Willem Post dari lembaga pemikir Clingendael Institute di Belanda menuturkan bahwa sejauh ini Wilders dinilai sebagai juru kampanye terbaik. Bahkan lawan-lawan politiknya juga mengakui. "Dia adalah orang yang satu kata, dia sedikit mirip dengan [mantan Presiden AS Donald] Trump," jelasnya. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper