Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

KTT Asean 2023: Asean Concord IV Disepakati, MoU dengan Hindia dan Pasifik Diteken

Sejumlah agenda telah dilaksanakan pada KTT ke-43 Asean, di antaranya Asean Concord IV disepakati hingga penandatanganan MoU Asean dengan Hindia dan Pasifik.
(dari kiri) Deputi Sekjen Pacific Islands Forum (PIF) Esala Nayasi, Menlu Cook Islands Mark Brown, Menlu Retno Marsudi, Menlu Bangladesh AK Abdul Momen, Sekjen ASEAN Kao Kim Hourn dan Sekjen IORA Salman Al Farisi menunjukkan naskah kerja sama ASEAN dengan IORA dan PIF di Gedung Sekretariat ASEAN Jakarta, Senin (4/9/2023). ANTARA FOTO/Media Center KTT ASEAN 2023/Rommy Pujianto/foc.
(dari kiri) Deputi Sekjen Pacific Islands Forum (PIF) Esala Nayasi, Menlu Cook Islands Mark Brown, Menlu Retno Marsudi, Menlu Bangladesh AK Abdul Momen, Sekjen ASEAN Kao Kim Hourn dan Sekjen IORA Salman Al Farisi menunjukkan naskah kerja sama ASEAN dengan IORA dan PIF di Gedung Sekretariat ASEAN Jakarta, Senin (4/9/2023). ANTARA FOTO/Media Center KTT ASEAN 2023/Rommy Pujianto/foc.

Bisnis.com, JAKARTA – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 Asean di Jakarta sudah dimulai pada Senin (4/9/2023), meskipun secara resmi dijadwalkan dibuka Presiden Joko Widodo pada Selasa (5/9/2023). Agenda penting yang telah dilaksanakan di antaranya Asean Concord IV disepakati hingga penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Asean dengan Hindia dan Pasifik.

Para menteri luar negeri (Menlu) Asean sepakat merekomendasikan Asean Concord IV untuk disahkan pada pertemuan KTT ke-43 Asean. Kesepakatan itu menjadi salah satu hasil pertemuan Asean Coordinating Council (ACC) di Jakarta pada Senin (4/ 9/2023).

​Penyusunan Asean Concord IV merupakan usulan Indonesia. Dokumen ini akan menjadi fondasi untuk penyusunan Visi Masyarakat Asean 2045, memperkuat Asean agar dapat mengatasi berbagai tantangan masa depan.

“Tantangan yang kita hadapi saat ini sudah besar. Namun tantangan yang akan kita hadapi pada masa depan akan semakin besar. Apakah Asean bisa terus maju atau tidak tergantung pada kita semua," kata Menlu RI Retno Marsudi saat memimpin pertemuan ACC.

Menurut dia, agar bisa terus maju dan tetap relevan, Asean harus berani mengambil keputusan berani. Perbedaan di antara anggota tidak boleh menjadi penghalang kemajuan Asean.

Asean Teken MoU dengan Hindia dan Pasifik

Pada hari yang sama, Asean juga mempererat kerja sama dengan Asosiasi Pesisir Samudera Hindia (IORA) dan Forum Kepulauan Pasifik (PIF) melalui nota kesepahaman (MoU) antar-sekretariat. Penandatanganan MoU dilakukan di sela-sela pertemuan tingkat menteri Asean di Jakarta (4/9/2023).

Retno dalam sambutannya mengatakan kerja sama tersebut penting artinya untuk memperkuat hubungan Asean dengan negara-negara di samudera Hindia dan Pasifik.

“Negara-negara di Samudera Hindia dan Pasifik adalah bagian tak terpisahkan dari kawasan Indo-Pasifik. Kita berbagai kawasan yang sama. Apa pun yang terjadi di kawasan ini akan mempengaruhi kita semua,” katanya.

Oleh karena itu, Asean dan negara-negara di Samudera Hindia dan Pasifik harus bekerja sama menjaga perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran kawasan.

Jangan sampai Indo-Pasifik menjadi teater rivalitas kekuatan-kekuatan besar ataupun menjadi medan perang bagi konflik yang sejatinya terjadi di kawasan lain, ujar Retno.

“Ini hanya bisa dilakukan jika kita menganut nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang sama, yaitu paradigma kolaborasi bukan kompetisi, mentalitas win-win bukan zero-sum, dan pendekatan engagement bukan pengucilan,” tambahnya.

Asean dan negara-negara di Samudera Hindia dan Pasifik juga berbagi tantangan dan peluang yang sama. Untuk itu, harus bersatu agar dapat mengatasi tantangan dan terus maju.

Atas dasar itu, Asean dan negara-negara di Samudera Hindia dan Pasifik mempererat kerja sama konkret di berbagai area yang menjadi kepentingan bersama seperti ekonomi, maritim, dan perubahan iklim. Juga, kerja sama memperkuat ketahanan kawasan dan menjadikan kawasan ini pusat pertumbuhan.

Adapun, MoU berisi kesepakatan untuk mempererat kerja sama konkret antar-sekretariat di beberapa area prioritas, antara lain maritim, konektivitas, SDGs, ekonomi biru, ekonomi hijau, ekonomi digital, dan manajemen bencana.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Sekjen Asean Kao Kim Hourn, Sekjen IORA Salman Al Farisi, dan Deputi Sekjen PIF Esala Nayasi. Acara itu disaksikan Menlu RI, Menlu Bangladesh selaku Ketua IORA, dan Menlu Cook Islands selaku Ketua PIF.

IORA adalah organisasi internasional yang beranggotakan 23 negara di sekitar Samudera Hindia, termasuk Indonesia. Sementara PIF beranggotakan 18 negara Pasifik, dan Indonesia ikut serta sebagai mitra wicara.

Aksesi TAC

Serbia, Panama, dan Kuwait menjadi negara ke-52, 53, dan 54 yang mangaksesi Traktat Persahabatan dan Kerja Sama (Treaty of Amity and Cooperation/TAC). Penandatanganan dilakukan di Jakarta, Senin (4/9/2023).

Retno dalam sambutannya pada seremoni penandatanganan menyampaikan apresiasi kepada ketiga negara tersebut.

“Selama bertahun-tahun, TAC telah memainkan peran penting sebagai norma dan prinsip kolektif untuk mendorong hubungan baik, kebiasaan dialog, dan hidup berdampingan secara damai di kawasan," katanya.

Dikatakan, di tengah dinamika geopolitik yang sarat akan rivalitas dan krisis kepercayaan, sangat penting memperkuat nilai-nilai yang ada di TAC untuk membangun kepercayaan.

Meningkatnya jumlah negara yang mengaksesi TAC menunjukkan antusiasme positif yang terus tumbuh. Ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat stabilitas di kawasan dan dunia.

TAC harus menyatukan Asean dan Mitra Wicara untuk mendorong kerja sama konkret dalam mengatasi tantangan bersama, mulai dari perubahan iklim, ketahanan pangan dan energi, hingga proliferasi kejahatan transnasional.

Penandatanganan TAC dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Serbia Ivica Dacic, Wakil Menteri Luar Negeri Panama Vladimir Franco, dan Wakil Menteri Luar Negeri Kuwait Sheikh Jarrah Jaber Al Ahmad al Sabah.

Sebelumnya, Arab Saudi menandatangani TAC di sela-sela pertemuan para Menlu Asean (AMM) ke-56 di Jakarta bulan Juli 2023, sehingga tahun ini total ada 4 negara yang akses TAC.

Seluruh negara Anggota Tetap Dewan Keamanan PBB (P5) telah menandatangani TAC, yaitu RRT (2003), Rusia (2004), Prancis (2007), AS (2009), dan Inggris (2012). Sementara dari anggota G20, hanya dua negara yang belum aksesi, yaitu Italia dan Meksiko.

Halaman
  1. 1
  2. 2
  3. 3

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Nancy Junita
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper