Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Gerindra: Cak Imin Tak Harus Jadi Cawapres Prabowo

Cak Imin tidak wajib menjadi calon wakil presiden (cawapres) untuk Prabowo Subianto pada Pilpres 2024.
Prabowo Subianto bersama adiknya Hashim Djojohadikusumo./Bisnis-Jaffry Prabu Prakoso
Prabowo Subianto bersama adiknya Hashim Djojohadikusumo./Bisnis-Jaffry Prabu Prakoso

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo menyebut Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin tidak wajib menjadi calon wakil presiden (cawapres) untuk Prabowo Subianto pada Pilpres 2024.

Hashim berpendapat, selama ini pembicaraan antara Gerindra dengan PKB tak pernah ada persyaratan bahwa Cak Imin harus jadi cawapres Prabowo. Meskipun, kedua partai politik (parpol) itu sudah mendeklarasikan koalisi bersama untuk Pilpres 2024 sejak Agustus tahun lalu.

"Dalam pembicaraan dengan Pak Muhaimin itu tidak semestinya, tidak mutlak Pak Muhaimin [jadi cawapres Prabowo]. Itu [cawapres] calon-calon yang disetujui dan tentu dicalonkan oleh PKB," ujar Hashim di Gedung Joang 45, Jakarta Pusat, Minggu (12/3/2023).

Dia menjelaskan, jika Cak Imin yang harus jadi cawapres Prabowo maka sejak Agustus 2022 mereka sekalian mendeklarasikan capres-cawapres usungan koalisi untuk 2024 yaitu duet Prabowo-Cak Imin. Nyatanya, hingga kini mereka belum mengumumkan pasangan calon usungan koalisi Gerindra-PKB.

"Kami menangkap tidak perlu sampai 100 persen harus Pak Muhaimin. Kalau harus Pak Muhaimin kan sudah deklarasi bulan Agustus tahun lalu. Sekarang masih terbuka," jelas adik Prabowo itu.

Gerindra sendiri sudah mendeklarasikan bahwa capres tunggal usungan mereka adalah Prabowo. Sementara PKB sebenarnya juga menginginkan Cak Imin maju di ajang Pilpres 2024, minimal jadi cawapres.

Sementara itu, Hashim mengungkapkan pihaknya membuka kemungkinan duet antara Prabowo dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Menurutnya, duet itu bisa terwujud jika Ganjar mau dan pihak PKB juga menyetujui.

"Kemungkinan itu terbuka kalau Pak Ganjar mau jadi, tapi harus disetujui oleh PKB. Kan begitu harus disetujui PKB. Kami terbuka lah," ucapnya.

Selain itu, Hashim juga menekankan peluang duet tersebut terbuka asalkan Ganjar jadi cawapres. Menurutnya, tak mungkin Prabowo jadi cawapres Anies sebab pengalaman menteri pertahanan itu jauh lebih banyak.

"Saya kira terbuka kalau Pak Ganjar mau ikut dengan Pak Prabowo, dengan catatan Pak Prabowo calon presiden. Saya kira sudah tidak mungkin kalau Pak Prabowo calon wakil presiden," tegasnya.

Prabowo dan Ganjar Tampak Kompak

Sebagai informasi, isu duet Prabowo-Ganjar menguat usai keduanya tampak kompak menemani Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau panen raya di Desa Lajer, Kebumen, Jawa Tengah pada Kamis (9/3/2023).

Ketiga tokoh itu meninjau dan berdialog langsung dengan sejumlah petani. Rangkaian kunjungan kerja itu juga turut diwarnai dengan momen kemesraan mereka.

Jokowi, Prabowo dan Ganjar tampak sempat berswafoto. Dalam momen itu, Ganjar tampak yang memegang ponsel dan mengambil selfie, sementara Jokowi dan Prabowo yang kompak memakai kemeja putih berdiri di antara para petani.

Prabowo dan Ganjar juga mendampingi Jokowi saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media yang hadir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper