Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Polri Perluas Daerah Pencarian Pilot Susi Air ke Nduga dan Lanny Jaya

Polri memperluas cakupan pencarian pilot Susi Air yang disandera kelompok kriminal bersenjata (KKB) hingga ke Nduga dan Lanny Jaya.
Polri Perluas Daerah Pencarian Pilot Susi Air ke Nduga dan Lanny Jaya. Panglima TNI Yudo Margono (kiri), Rabu (8/2/2023), mengungkap bahwa pihaknya sempat melarang penerbangan ke bandara di wilayah Distrik Paro, termasuk Susi Air. JIBI/Bisnis-Lukman Nur Hakim
Polri Perluas Daerah Pencarian Pilot Susi Air ke Nduga dan Lanny Jaya. Panglima TNI Yudo Margono (kiri), Rabu (8/2/2023), mengungkap bahwa pihaknya sempat melarang penerbangan ke bandara di wilayah Distrik Paro, termasuk Susi Air. JIBI/Bisnis-Lukman Nur Hakim

Bisnis.com, JAKARTA - Kepolisuan republik Indonesia (Polri) memperluas daerah pencarian pilot Susi Air, Kapten Philips Mark Mehrtens yang disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya. 

Kepala Operasi Damai Cartenz 2023, Kombes Pol Faizal Ramadani mengatakan bahwa perluasan daerah mencakup dua kabupaten yakni Nduga dan Lanny Jaya.

"Memang saat ini usaha kita sudah perluas pencarian di dua kabupaten yakni Kabupaten Nduga dan Lanny Jaya," ujar Faizal dalam keterangannya, Senin (6/3/2023).

Faizal menegaskan bahwa dengan memperluas di dua lokasi tersebut akan membuat terang pencarian dari pilot Susi Air tersebut. Selain itu, dirinya juga menegaskan tidak ada batas waktu untuk melakukan pencarian dan penyelamatan.

Kemudian, Faizal mengatakan bahwa Satgas Damai Cartenz 2023 juga melakukan usaha lainya yakni dengan pendekatan lunak atau negosiasi dengan tokoh-tokoh masyarakat dan adat. 

"Kita masih berusaha tapi belum maksimal. Kami terus bertekad untuk berusaha mendapatkan, menemukan, dan menyelamatkan pilot Philip Mark," ucapnya.

Sebelumnya, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyebarkan foto dan video pilot Susi Air Philips Marthens. Philips tampak menggunakan topi, jaket jeans, dan celana pendek, dikelilingi sejumlah pasukan KKB bersenjata api dan panah. Philips kemudian memberikan pesan bahwa nyawanya mungkin terancam jika keinginan KKB tidak dipenuhi.

"Kelompok Papua menangkap saya untuk Papua Merdeka. Mereka minta agar militer Indonesia pulang dan jika tidak, mereka tetap menahan saya dan keselamatan saya akan terancam," kata Philips dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Kemudian salah satu anggota KKB yang bersenjata mendesak adanya pengakuan terhadap Papua Merdeka.

"Kami tangkap pilot dari Paro dan kami bawa pilot ini karena Indonesia tidak pernah mengaku kemerdekaan Papua Merdeka. Jadi kami tangkap karena semua negara harus buka negara untuk Papua Merdeka," kata anggota KKB yang ada di sebelah Kapten Philips.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper