Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bank Dunia: Kerugian Akibat Gempa Suriah Capai Rp77,9 Triliun

Bank Dunia merilis kerugian yang terjadi akibat gempa bumi di Suriah mencapai $5,1 miliar atau Rp77,9 triliun. 
Sejumlah warga di Kota Jenderes di pedesaan Aleppo, barat laut Suriah, pada 27 Februari 2023, mencari barang-barang mereka yang terkubur di antara reruntuhan rumah mereka yang hancur akibat gempa dahsyat, sementara yang lain duduk di atas puing-puing/Reutersrnrn
Sejumlah warga di Kota Jenderes di pedesaan Aleppo, barat laut Suriah, pada 27 Februari 2023, mencari barang-barang mereka yang terkubur di antara reruntuhan rumah mereka yang hancur akibat gempa dahsyat, sementara yang lain duduk di atas puing-puing/Reutersrnrn

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Dunia (World Bank) mengumumkan dalam unggahan di laman resminya bahwa kerusakan langsung di Suriah akibat gempa bumi yang terjadi sejak 6 Februari lalu mencapai US$5,1 miliar atau Rp77,9 triliun. 

Direktur negara Bank Dunia untuk Timur Tengah, Jean-Christophe Carret mengatakan bahwa kerugian pascagempa menambah tahun kehancuran di negara itu. 

"Kerugian ini menambah tahun kehancuran, penderitaan dan kesulitan yang dialami rakyat Suriah selama beberapa tahun terakhir," katanya, seperti dilansir dari TASS, Minggu (5/3/2023). 

Menurutnya, bencana gempa bumi yang melanda Suriah akan terus menyebabkan penurunan aktivitas ekonomi dan membebani prospek pertumbuhan di negara itu. 

Menurut Bank Dunia, bencana itu akan menyebabkan penurunan aktivitas ekonomi yang selanjutnya akan membebani prospek pertumbuhan Suriah.

Pihak dari Bank Dunia menyatakan bahwa kerusakan sebenarnya masih sulit untuk dinilai dan perkiraan awal bervariasi dari US$2,7 hingga US$7,9 miliar atau Rp41,2 triliun hingga Rp120,6 triliun, dan belum termasuk kerugian ekonomi. 

Bank Dunia mengungkapkan bahwa Provinsi Aleppo mengalami kerusakan terbesar yaitu sebanyak 45 persen atau US$2,3 miliar atau setara Rp35,1 triliun. 

Kerugian selanjutnya diikuti oleh Provinsi Idlib sebesar 37 persen atau US$1,9 miliar atau setara Rp29 triliun, lalu diikuti oleh Latakia sebesar 11 persen atau US$549 juta atau setara Rp8,3 triliun. 

Pada 6 Februari 2023, gempa bumi dengan magnitudo 7,7 dan 7,6 melanda provinsi Kahramanmaras Turki di tenggara negara itu, dengan jeda waktu 9 jam. 

Guncangan gempa pertama diikuti oleh ratusan gempa susulan yang juga dirasakan di negara-negara tetangga, di mana Suriah paling parah terkena dampaknya. 

Selanjutnya, sebanyak 2 gempa susulan baru terdeteksi dengan magnitudo 6,4 dan 5,8 pada 20 Februari 2023 di Provinsi Hatay Turki. 

Menurut Kementerian Kesehatan Suriah, setidaknya 1.414 orang meninggal dunia dan 2.349 menderita akibat bencana alam tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper