Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

FMM G20 di India, Menlu Retno Serukan Kolaborasi untuk Hadapi Tantangan Global

Retno Marsudi menyerukan agar G20 dapat menjadi katalis untuk membangkitkan kembali semangat kolaborasi menghadapi tantangan global.
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menghadiri pertemuan para Menteri Luar Negeri (FMM) G20 di New Delhi, India (2/3). Dalam pertemuan tersebut, Menlu menyerukan agar G20 dapat menjadi katalis untuk membangkitkan kembali semangat kolaborasi global./Dok. Kemlu
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menghadiri pertemuan para Menteri Luar Negeri (FMM) G20 di New Delhi, India (2/3). Dalam pertemuan tersebut, Menlu menyerukan agar G20 dapat menjadi katalis untuk membangkitkan kembali semangat kolaborasi global./Dok. Kemlu

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyerukan agar G20 dapat menjadi katalis untuk membangkitkan kembali semangat kolaborasi menghadapi tantangan global.

Retno menyampaikan hal itu pada pertemuan para Menteri Luar Negeri (FMM) G20 di New Delhi, India, pada Kamis (2/3/2023). 

Pada pertemuan sesi 1 yang membahas topik  “Memperkuat Multilateralisme, Keamanan Pangan dan Energi, dan Kerja Sama Pembangunan", Retno menyebut bencana gempa bumi di Turki menunjukkan spirit kolaborasi antarnegara. Menurutnya, spirit kolaborasi itulah yang saat ini sangat dibutuhkan untuk menjawab berbagai tantangan global. 

“Tahun lalu para pemimpin G20 menunjukkan spirit serupa di Bali. Di tengah situasi yang sulit, mereka dapat mengesampingkan perbedaan dan menyepakati hasil konkret yang bermanfaat bagi seluruh dunia," katanya. 

Dikatakan, bahwa spirit kolaborasi itu perlu terus dihidupkan untuk mempercepat pemulihan global dan mengakhiri perang di Ukraina. 

Pertumbuhan Ekonomi

Pada kesempatan itu, Retno menyinggung pertumbuhan ekonomi global berada di titik terendah dalam dua dekade yang ditandai dengan sekitar 349 Juta orang di 79 negara mengalami krisis pangan. Jika krisis amonia tidak segera diatasi, maka krisis pangan akan semakin parah, terutama bagi negara-negara berkembang.

“Jika perang di Ukraina terus berlanjut, situasi global akan makin memburuk. Oleh karena itu, perang harus dihentikan. Penyelesaian secara damai harus terus diupayakan," lanjutnya. 

Dia menyebut, bahwa perang di Ukraina sebagai pengingat pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan pembangunan arsitektur keamanan kawasan yang inklusif untuk menciptakan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran, yang sampai saat ini terus diupayakan oleh Asean selama 5 dekade terakhir. 

“Keketuaan Indonesia di Asean akan bekerja keras untuk memperluas upaya ini ke kawasan Indo-Pasifik. Indonesia akan fokus mendorong implementasi konkret Asean Outlook on the Indo-Pacific agar semua negara dapat berkembang bersama," ujar Menlu. 

Selanjutnya, Retno mengatakan bahwa multilateralisme dibangun di atas fondasi kolaborasi yang inklusif, sehingga nantinya dapat membuahkan hasil untuk bisa mengatasi berbagai tantangan di masa sekarang. 

“Dengan pengaruh kolektif yang dimilikinya, G20 harus dapat menjadi katalis untuk membangkitkan kembali spirit kolaborasi. Kolaborasi inklusif akan membawa kita menuju dunia yang damai, stabil, dan sejahtera," katanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Erta Darwati
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper