Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Presiden Jokowi Ingatkan Pangdam hingga Kapolda: Waspadai Karhutla!

Presiden memberikan peringatan kepada sejumlah provinsi yang berpotensi terjadi karhutla seperti Provinsi Riau, Sumatra Utara, dan Kalimantan.
Petugas KLHK memeriksa lokasi kebakaran lahan atas konsesi PT Rambang Agro Jaya di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan. istimewa
Petugas KLHK memeriksa lokasi kebakaran lahan atas konsesi PT Rambang Agro Jaya di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan. istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kembali kepada jajaran panglima komando daerah (Pangdam) dan Kapolda untuk mencegah dan mewaspadai terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sebagaimana peringatan mengenai tanggung jawab penanganan karhutla tujuh tahun yang lalu.

“Janjinya tetap, tadi saya ulang lagi mengenai janjian saya tujuh tahun yang lalu masih berlaku sampai sekarang, kalau ada kebakaran besar di provinsi yang tanggung jawab Pangdam, Kapolda, Danrem,” tegasnya usai memberikan arahan dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI dan Polri Tahun 2023 di The Sultan Hotel, Jakarta, Rabu (8/2/2033).

Sebelumnya, dalam berbagai kesempatan sejak tahun 2015, Presiden RI Ke-7 ini kerap memperingatkan jajaran TNI-Polri di daerah untuk mengatasi karhutla di wilayahnya. Bahkan, Pangdam hingga Kapolda yang lalai dalam mengatasi karhutla di wilayahnya terancam kehilangan jabatannya.

Lebih lanjut, Kepala Negara memberikan peringatan kepada sejumlah provinsi yang berpotensi terjadi karhutla seperti Provinsi Riau, Sumatra Utara, dan Kalimantan.

Presiden mengingatkan agar daerah tersebut mewaspadai fenomena El Nino yang diperkirakan akan terjadi sekitar akhir Februari hingga Maret 2023.

“Karhutla kan ini El Nino, hati-hati tadi saya sudah memberikan warning untuk provinsi-provinsi Riau, Sumut, Kalimantan hati-hati karena nanti akhir Februari itu sudah panasnya sudah naik,” pungkas Jokowi.

Untuk diketahui, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat, luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia sebanyak 358.867 hektare (ha) pada 2021. Jumlah tersebut meningkat 20,85% dibandingkan pada 2020 yang seluas 296.942 ha.

Karhutla pada tahun lalu banyak terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni 137.343 ha. Ini terjadi karena terbakarnya lahan padang rumput, semak belukar, dan pertanian lahan kering campur semak.

Posisinya diikuti oleh Nusa Tenggara Barat dengan luasan karhutla mencapai 101.173 ha. Di provinsi ini, kebakaran didominasi oleh pertanian lahan kering, savanna/padang rumput, dan semak belukar.

Karhutla yang terjadi di Kalimantan Barat tercatat sebanyak 20.590 ha. Ada pula karhutla di Papua dan Jawa Timur masing-masing seluas 15.979 ha dan 15.458 ha.

Melihat trennya, karhutla di Indonesia cenderung fluktuatif dari tahun ke tahun. Sepanjang 2016-2021, karhutla paling parah terjadi pada 2019 sebanyak 1.649.258 ha atau naik 311% secara tahunan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Akbar Evandio
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper