Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Dinkes Selidiki Penyebab 510 Mahasiswa Brawijaya Keracunan Massal

Ratusan mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) mengalami keracunan massal saat menjalankan kegiatan Kemah Kerja Mahasiswa (KKM).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 08 Februari 2023  |  18:16 WIB
Dinkes Selidiki Penyebab 510 Mahasiswa Brawijaya Keracunan Massal
Universitas Brawijaya - labbhs.fisip.ub.ac.id

Bisnis.com, SOLO - Ratusan mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) keracunan makanan saat melaksanakan kegiatan Kemah Kerja Mahasiswa (KKM) di Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang drg Wijanto Wijoyo mengatakan, ada kurang lebih sebanyak 510 orang mahasiswa yang mengalami keracunan makanan dengan gejala diare dan mual.

"Ada sebanyak 510 mahasiswa yang mengalami keracunan makanan hasil konfirmasi Puskesmas Wagir, dengan gejala mual, muntah dan pusing," kata Wijanto, Selasa (7/2/2023), dikutip dari Antara.

Wijanto menjelaskan, dari 510 orang mahasiswa yang mengalami keracunan makanan tersebut, sebanyak delapan orang harus menjalani perawatan di Puskesmas Wagir. Namun kini 5 orang sudah dipulangkan.

Menurutnya, mahasiswa yang sempat menjalani perawatan di Puskesmas Wagir tersebut mendapatkan perawatan intensif dan diberikan cairan infus.

Tim dari Puskesmas Wagir juga sudah dikirim ke lokasi kejadian untuk mengambil sampel sisa makanan atau minuman.

"Kami sudah menurunkan tim penyelidikan epidemiologi ke lokasi, untuk mencari dan mengambil sampel sisa makanan atau minuman dan termasuk melihat kondisi pasien lain," katanya.

Berdasarkan keterangan para saksi, lanjutnya, keracunan makanan tersebut terjadi pada Selasa (7/2) kurang lebih pukul 00.30 WIB.

Sebelumnya, para mahasiswa itu mendapatkan jatah makan pada Senin (6/2) sore dengan menu nasi putih dan capcay.

Menu makanan tersebut, lanjutnya, kemudian dibagikan kepada seluruh mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Brawijaya yang mengikuti KKM di Desa Jedong, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang tersebut. Makanan itu, dimasak oleh masyarakat setempat.

"Kemudian mereka makan malam kurang lebih pukul 21.00 WIB dengan menu nasi putih dan telor masakan bumbu bali. Namun, pada pukul 00.30 WIB, mulai ada gejala yang diduga akibat keracunan makanan," ujarnya.

Ia menambahkan, waktu kejadian tersebut berlangsung sangat cepat dengan selang waktu terpendek tiga jam dan terpanjang selama enam jam. Pada kurun waktu tersebut, ada sebanyak 510 orang mahasiswa yang mengalami keracunan makanan.

Pihak Puskesmas Wagir sudah mengambil contoh makanan dan dikirimkan ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Malang untuk diteliti.

Sementara itu, pihak Universitas Brawijaya menyatakan bahwa sejumlah mahasiswa yang mengalami gejala keracunan tersebut, selain mendapatkan perawatan di Puskesmas Wagir juga diperiksa kondisinya di Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RSUB).

Untuk memastikan kondisi kesehatan peserta KKM tersebut Tim Kesehatan dari RSUB telah melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum mahasiswa diizinkan untuk pulang.

Selain itu, setelah melakukan evaluasi, kegiatan tersebut diselesaikan lebih cepat dari jadwal.

Kegiatan KKM sesungguhnya dilaksanakan pada 6-9 Februari 2023 di Desa Jedong, yang bertujuan untuk mengetahui persoalan masyarakat, melakukan identifikasi dan analisis dalammemberikan alternatif solusi, serta aksi implementatif untuk membantu masyarakat.

Kegiatan itu, diikuti oleh 1.279 mahasiswa baru 2022 ini, meliputi lima proyek pengabdian masyarakat, yaitu pembangunan infrastruktur penerangan jalan umum (PJU) berbasis tenaga surya, perabatan jalan, dan normalisasi saluran irigasi.

Kemudian, sosialisasi sistem pengolahan sampah dan pengajaran ilmu pengetahuan dan teknologi di sekolah dasar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

keracunan universitas brawijaya malang dinas kesehatan makanan

Sumber : Antara

Editor : Restu Wahyuning Asih

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top