Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tesla Keluar dari 10 Saham Teratas Dana Mobil Listrik Korea Selatan

Tesla keluar dari jajaran 10 saham teratas reksa dana kendaraan listrik Korea Selatan, meski sempat melakukan penjualan besar-besaran.
Logo Tesla di dealer Easton Town Center shopping mall in Columbus, Ohio, AS/ Bloomberg-Luke Sharrett
Logo Tesla di dealer Easton Town Center shopping mall in Columbus, Ohio, AS/ Bloomberg-Luke Sharrett
Bisnis.com, JAKARTA - Tesla Inc. keluar dari jajaran 10 saham teratas reksa dana kendaraan listrik Korea Selatan (Korsel) untuk kali pertama di tengah aksi jual besar-besaran yang terjadi pada 2023.
 
Dilansir dari Bloomberg, Reksa dana Korea Investment Management Co. terus mengurangi eksposur Tesla hingga turun dari 2 persen dari nilai aset bersihnya untuk mengurangi volatilitas. Raksasa mobil listrik Amerika Serikat (AS) ini sebelumnya telah menyumbang sebanyak 9 persen dari dana tersebut, yang dimulai pada tahun 2017.
 
"Kami pikir banyak elemen eksternal dan internal yang tidak menguntungkan," kata Hwang Woo-taek, pengelola utama dana sebesar US$1,3 miliar.
 
Selain itu, Hwang juga melihat faktor-faktor lain kurang menguntungkan mulai dari meningkatnya persaingan dari produsen mobil tradisional dan penjualan saham miliarder Elon Musk untuk mendanai pembelian Twitter Inc.
 
Bahkan dengan penurunan 65 persen tahun lalu, Tesla masih diperdagangkan lebih dari 28 kali estimasi pendapatan untuk tahun 2023. Angka itu dibandingkan dengan 21 kali untuk Indeks Nasdaq 100. 
 
"Kami membutuhkan sesuatu yang lain untuk membenarkan valuasinya," kata Hwang.
 
Menurut Hwang, Tesla perlu membuktikan bahwa mereka dapat memenuhi ekspektasi, seperti dengan model-model baru dan rencananya untuk memproduksi baterai secara internal untuk menurunkan biaya.
 
Meskipun memangkas taruhannya pada Tesla, reksa dana ini telah meningkatkan eksposur pada saham-saham yang terkait dengan stasiun pengisian daya kendaraan listrik, termasuk Eaton Corp. dan ABB Ltd. Meski demikian, Hwang tetap optimis pada saham baterai EV dan siap membeli lebih banyak ketika harga sahamnya turun.
 
Hwang mengatakan LG Energy Solution Ltd. dari Korea Selatan mungkin akan mengalami banyak volume penjualan akhir bulan ini ketika masa lock-up berakhir atas kepemilikan saham oleh karyawan yang memperoleh saham dalam penawaran umum perdana produsen baterai tersebut.
 
Dana Hwang berada di antara para pemain terbaik selama tiga tahun terakhir, sebagian besar berkat kepemilikannya di Tesla selama kenaikan pandemi yang sangat tinggi.
 
Pada tahun 2022, reksa dana ini mencatatkan kinerja terburuknya, turun sekitar 28 persen di tengah sentimen yang lemah terhadap industri kendaraan listrik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper