Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kaleidoskop 2022: Covid-19 Mengganas di China, Rusia Invasi Ukraina

Perang Rusia versus Ukraina, tragedi Itaewon di Korea Selatan hingga kebijakan Nol-Covid-19 di China adalah peristiwa global tahun 2022 yang menyedot perhatian.
Ilustrasi - Serangan Rusia telah merusak hampir setengah dari sistem energi Ukraina, dan jutaan orang tanpa listrik pada musim dingin./Istimewa
Ilustrasi - Serangan Rusia telah merusak hampir setengah dari sistem energi Ukraina, dan jutaan orang tanpa listrik pada musim dingin./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Perang Rusia versus Ukraina, tragedi Itaewon di Korea Selatan, runtuhnya jembatan di Gujarat India, hingga kebijakan Nol-Covid-19 Xi Jinping di China adalah peristiwa global yang menyedot perhatian sepanjang 2022.

Selain peristiwa kemanusiaan yang menelan korban tewas dalam jumlah besar, ada juga kejadian yang bersifat “prestasi” di antaranya Indonesia sukses menggelar Presidensi KTT G20 di Bali.

Selain itu, Qatar menggelar Piala Dunia 2022. Ini pertama kali negara di kawasan Timur Tengah menjadi tuan rumah pertandingan sepak bola bertaraf internasional.

Selain itu, dari Chin, kebijakan Nol-Covid Presiden Xi Jinping menuai protes dan demo di dalam negeri maupun di luar negeri. Demo dalam skala besar membuat kericuhan terjadi seperti di pabrik iPhone Foxconn.

Demo di berbagai kota membuat pemerintah akhirnya mencabut kebijakan Nol-Covid secara bertahap dan melonggarkan penguncian (lockdown).

10 kejadian internasional yang menyedot perhatian sepanjang tahun 2022:

1. Perang Rusia vs Ukraina

Rusia mulai menyerang Ukraina sejak (24/2/2022). Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer.

Serangan Rusia dilakukan di sejumlah kota di Ukraina oleh ribuan pasukan militer. Pihak Barat menyebutnya sebagai invasi, seperti dilansir dari CNA (25/2/2022).

Rusia menembakkan rudal ke wilayah Ukraina dan telah membuat puluhan ribu rakyat tewas dan luka-luka.

Amerika Serikat (AS) dan sekutu menyebut Rusia telah melanggar kedaulatan negara usai melakukan penyerangan ke Ukraina selama 9 bulan, dan dinilai sebagai kejahatan perang.

Alasan Rusia menyerang Ukraina karena pemimpin negara tetangganya itu lebih dekat ke Barat dan ingin menjadi bagian dari Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO.

2. Penembakan Massal di Thailand

Penembakkan massal terjadi di Thailand dilakukan oleh mantan perwira polisi, Panya Kamrab di pusat penitipan anak.

Pusat Biro Investigasi (CIB) menyebut, bahwa peristiwa ini setidaknya telah menewaskan sebanyak 34 orang, 22 di antaranya anak-anak.

Melansir dari The Guardian, Kamis (6/10/2022), pejabat distrik Jidapa Boonsom menerangkan bahwa peristiwa itu diawali penembakan yang dilakukan Panya terhadap 4 hingga 5 anggota staf di pusat penitipan anak di Distrik Uthaisawan Na Klang, Provinsi Nong Bua Lamphu, Thailand, termasuk seorang guru yang sedang hamil.

Usai melakukan penyerangan di lingkungan penitipan anak, pelaku lalu melarikan diri dari tempat kejadian dan kembali ke kediamannya. Lalu, pelaku membunuh dirinya bersama istri dan anaknya.

Dampak Serangan Udara Rusia, Ukraina Butuh Bantuan Rp15,6 Triliun

3. Tragedi Halloween di Itaewon, Korea Selatan

Pada Sabtu (29/10/2022) malam perayaan Halloween digelar di Itaewon, Korea Selatan.

Perayaan berlangsung di sebuah gang dengan  kerumunan warga, berhimpitan hingga menimbulkan sesak napas. Akibatnya, insiden tersebut menewaskan 153 orang. Kebanyakan dari korban yang ikut dalam pesta Halloween di Itaewon adalah remaja dan orang-orang yang berusia 20 tahunan.

Kepala Stasiun Pemadam Kebakaran Yongsan, Choi Sung Beom mengungkap lebih dari 150 kematian telah terkonfirmasi, dilansir dari CNA, (30/10/2022). Selain itu, di tempat kejadian ada 82 orang terluka, dan 19 di antaranya luka serius.

4. Jembatan Runtuh di Gujarat

Runtuhnya jembatan di Gujarat India terjadi pada Minggu (30/10/2022) menewaskan sedikitnya 137 orang.

Kepolisian India mengungkap ada 9 orang yang telah ditangkap pada Senin (31/10/2022) setelah jembatan di India tersebut ambruk.

Jembatan itu baru dibuka beberapa hari, dan ambruk pada Minggu (30/10/2022) malam, ratusan korban jatuh ke sungai dan berpegangan dengan reruntuhan, sebagian lainnya dinyatakan tewas.

5. Korea Utara vs Korea Selatan Tegang

Militer Korea Selatan mengatakan bahwa Korea Utara menembakkan empat rudal balistik jarak pendek ke laut barat pada Sabtu (5/11/2022).

Korea Utara telah menembakkan serangkaian rudal termasuk rudal balistik antarbenua, ke pesisir Korea Selatan maupun ke laut Jepang.

Peluncuran rudal Korea Utara dilakukan pada Sabtu (5/11/2022) antara pukul 11.31 dan 11.59 waktu setempat, pada saat AS dan Korea Selatan menyelesaikan latihan Vigilant Storm selama 6 hari, seperti dilansir dari CNA pada Minggu (6/11/2022).

Korea Utara pada Rabu (2/11/2022) menembakkan rekor harian yaitu sebanyak 23 rudal, dengan satu pendaratan di lepas pantai Korea Selatan untuk pertama kalinya. Pihak Pyongyang mengancam akan mengambil tindakan tegas, kecuali Washington segera menghentikan latihan udara militer dengan Korea Selatan.

6. Bom di Istanbul, Turki

Bom meledak di Istanbul, Turki pada Minggu (13/11/2022), setelah pukul 16.00 waktu setempat di Istiklal Avenue, yang merupakan rumah bagi butik dan konsultan Eropa.

Turki menuduh seorang wanita Suriah pada Senin (14/11/2022) sebagai orang yang menanam bom yang menewaskan 6 orang itu.

Adapun dua gadis berusia 9 dan 15 tahun menjadi korban tewas dari 6 orang yang dinyatakan meninggal dunia, dan 81 orang lainnya luka-luka. Pihak Turki menegaskan adanya peran organisasi teroris PKK, yang bertanggung jawab atas ledakan bom tersebut.

Juru bicara PKK membantah adanya peran kelompoknya terhadap ledakan bom di Istanbul tersebut, dilansir dari CNA (14/11/2022).

China Kirim 18 Pesawat Pengebom Nuklir ke Zona Pertahanan Udara Taiwan

7. KTT G20 di Bali, Indonesia

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dilaksanakan di Bali, Indonesia pada 15-16 November 2022, para pemimpin negara G20 diundang ke acara tersebut.

Pertemuan KTT G20 di Bali, menjadi ajang bagi para pemimpin dunia berdiskusi lebih dalam untuk melakukan kerja sama, dilansir dari CNA, (15/11/2022). KTT G20 di Bali juga membantu para pemimpin negara untuk merundingkan serta mengatasi permasalahan di dunia saat ini, salah satunya terkait invasi Rusia ke Ukraina.

8. Rudal Jatuh di Polandia

Polandia diserang rudal yang jatuh di desa Przewodow, di dekat perbatasan Ukraina pada Selasa (15/11/2022) sekitar pukul 15.40 waktu setempat.

Polandia menyatakan pada Selasa (15/11/2022) bahwa rudal itu telah menewaskan 2 orang saat mendarat sekitar 6 kilometer (4 mil) dari perbatasan Ukraina.

Warning! Pakar Sebut Kasus Covid-19 di China Potensi Melonjak Lagi

Sementara itu, NATO mengatakan kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, telah memberi tahu G7 dan mitra NATO bahwa ledakan di Polandia disebabkan oleh rudal pertahanan udara Ukraina. 

Kementerian pertahanan (Kemenhan) Rusia juga telah mengatakan pada Rabu (16/11/2022) bahwa ledakan itu disebabkan oleh rudal pertahanan udara Ukraina.

9. Piala Dunia 2022

Piala Dunia 2022 digelar di Qatar pada bulan November. Perhelatan akan menjadi yang pertama kalinya diselenggarakan di Timur Tengah.

Qatar ditunjuk sebagai tuan rumah untuk ajang tersebut.

Qatar telah membangun tujuh stadion untuk pertandingan internasional, dan telah memperbarui seluruh kota untuk menyambut pertandingan final Piala Dunia 2022.

Panitia penyelenggara mengestimasi bahwa sebanyak 1,5 juta orang akan membanjiri pertandingan final Piala Dunia 2022. Menyambut Piala Dunia 2022, Qatar telah membangun kota baru, Kota Lusail, yang terkenal sebagai “Kota Sepak Bola”.

Kaleidoskop 2022: Covid-19 Mengganas di China, Rusia Invasi Ukraina

Petugas kesehatan berjaga di depan pintu masuk kompleks apartemen di Distrik Chaoyang, Beijing, China, yang ditutup pagar seng, Senin (21/11/2022), karena sedang diberlakukan karantina wilayah atau lockdown secara parsial. Otoritas Kota Beijing memperketat kebijakan nol kasus Covid-19 setelah ditemukan satu kasus kematian dan 621 kasus positif pada Sabtu (19/11/2022). /Antara

10. Kebijakan Nol-Covid-19

China mengalami peningkatan kasus Covid-19 yang mencetak rekor sejak puncak pada April lalu. Rekor tertinggi infeksi harian Covid-19 terjadi dan kota-kota di seluruh negeri memberlakukan langkah-langkah serta pembatasan untuk mengendalikan wabah.

Kekecewaan warga telah muncul selama berbulan-bulan di China atas kebijakan Nol-Covid di negara itu.

Pengujian Virus Corona massal dilakukan tanpa henti, penguncian lokal dan pembatasan perjalanan membuat banyak orang di seluruh negeri marah.

Pemerintah menyerukan di kota-kota agar lebih banyak penduduk tetap tinggal di rumah dan menunjukkan bukti tes Covid-19 negatif, tidak lebih dari 48 jam, untuk masuk ke gedung-gedung publik.

Pada Kamis (24/11/2022), warga dilarang memasuki tempat-tempat seperti pusat perbelanjaan dan restoran dalam waktu 5 hari setelah tiba di kota. Sebelumnya, kota-kota di China juga memerintahkan penutupan tempat budaya dan hiburan di tujuh dari 16 distriknya setelah melaporkan infeksi lokal baru, seperti dilansir dari CNA (27/11/2022).

Kaleidoskop 2022: Covid-19 Mengganas di China, Rusia Invasi Ukraina

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Erta Darwati
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper