Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pembatasan Covid-19 Dilonggarkan, Warga China Malah Bingung

Pelonggaran pembatasan Covid-19 menebar kebingungan di seluruh daratan China pada Senin (5/12/2022).
Erta Darwati
Erta Darwati - Bisnis.com 05 Desember 2022  |  14:40 WIB
Pembatasan Covid-19 Dilonggarkan, Warga China Malah Bingung
Seorang wanita berjalan melewati instalasi promosi turnamen sepak bola Piala Dunia tahun ini, yang diadakan di Qatar, di sebuah pusat perbelanjaan di Beijing pada 17 November. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pelonggaran pembatasan Covid-19 menebar kebingungan di seluruh China pada Senin (5/12/2022).

Publik menuntut ada kejelasan lebih lanjut, karena para pejabat China mengalihkan imbauan bahaya yang ditimbulkan oleh Covid-19 usai protes besar-besaran.

Selama tiga tahun pandemi Covid-19, China menerapkan sejumlah kebijakan seperti Nol-Covid, mulai dari menutup perbatasan, hingga mengunci wilayah, sangat berbanding terbalik dengan negara lain yang telah membuka pembatasan.

Penguncian wilayah (lockdown) secara ketat telah menghancurkan ekonomi China, memberikan tekanan mental pada ratusan juta orang, seperti dilansir dari CNA, Senin (5/12/2022).

Hal itu memicu protes besar-besaran, dan menjadi protes terbesar sejak Presiden Xi Jinping mengambil alih kekuasaan di China pada 2012. Meskipun protes sebagian besar mereda di tengah kehadiran polisi di kota-kota besar, banyak otoritas regional telah mengumumkan beberapa pelonggaran penguncian, aturan karantina, dan persyaratan pengujian.

Sementara itu, jumlah kasus infeksi Covid-19 harian juga turun di beberapa daerah karena pihak berwenang membatalkan pengujian.

China juga akan segera mengumumkan pelonggaran persyaratan pengujian secara nasional serta mengizinkan kasus positif dan kontak dekat untuk diisolasi di rumah dalam kondisi tertentu. Namun, kurangnya kejelasan di negara itu, membuat beberapa orang takut terjebak di sisi yang salah dari peraturan yang berubah dengan cepat.

Seorang penduduk kota kecil dekat Beijing, Yin mengatakan bahwa mertuanya menderita demam dan dia sendiri saat ini menderita sakit tenggorokan, tetapi mereka enggan untuk dites.

Yin dan mertuanya takut akan risiko dipindahkan ke fasilitas karantina pemerintah, yang diungkap oleh banyak orang sebagai bangunan yang jelek dan tidak higienis.

"Yang kami inginkan hanyalah memulihkan diri di rumah sendiri," katanya melanjutkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china Covid-19 Lockdown
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top