Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

PDIP Ungkap Alasan Pentingnya RUU PPRT Disahkan

PDIP menekankan pentingnya Rancangan undang-undang (RUU) tentang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) disahkan.
Lukman Nur Hakim
Lukman Nur Hakim - Bisnis.com 03 Desember 2022  |  16:50 WIB
PDIP Ungkap Alasan Pentingnya RUU PPRT Disahkan
Sejumlah pengunjuk rasa yang tergabung dalam Serikat Pekerja Rumah Tangga (SPRT) berunjuk rasa memperingati hari Pembantu Rumah Tangga (PRT) Nasional di bawah Jembatan Layang Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (16/2/2017). - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PDIP menekankan pentingnya Rancangan undang-undang (RUU) tentang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) disahkan.

Hal itu digaungkan oleh ketua DPP PDIP Bidang Kesehatan, Perempaun, dan Anak, Sri Rahayu.

Dia mengatakan bahwa RUU PPRT sangat penting untuk disahkan karena mengingat banyaknya kekerasan yang terjadi terhadap pekerja rumah tangga.

“PDI Perjuangan menyadari pentingnya perlindungan terhadap pekerja rumah tangga, mengingat banyaknya kasus penganiayaan terhadap pekerja rumah tangga,” ujar Sri dalam keterangan resmi, Sabtu (3/12/2022).

Dia menganggap bahwa banyaknya kekerasan di antara pekerja rumah tangga karena kontrol dari wilayah kerja cukup privat dan dengan hal itu sangat perlu mengesahkan RUU tersebut.

“Hal ini terjadi karena wilayah kerja yang bersifat domestik dan privat yang menyebabkan tidak adanya kontrol dan pengawasan dari pemerintah, sehingga rawan dan rentan terhadap diskriminasi, eksploitasi, dan kekerasan,” tuturnya.

Diketahui, RUU PPRT sudah 18 tahun diperjuangkan, namun masih belum masuk prolegnas DPR RI.

Padahal, percepatan pengesahan RUU PPRT sebagai produk hukum dapat menjadi landasan dalam mengatur dan mengelola permasalahan bidang ketenagakerjaan, khususnya untuk melindungi pekerja domestik di Indonesia yang jumlahnya mencapai 4,2 juta orang.

Tercatat, sejumlah kasus kekerasan yang dialami oleh PRT berdasarkan data Jala PRT, telah terjadi 1.635 kasus multi kekerasan berakibat fatal, 2.031 kasus kekerasan fisik, 1.609 kasus kekerasan ekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pdip ruu RUU Perlindungan PRT
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top