Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Protes Lockdown di China Meluas, Polisi Makin Perketat Penjagaan

Polisi membarikade jalan tempat pengunjuk rasa berkumpul untuk memprotes kebijakan zero covid-19 dan lockdown di China.
Khadijah Shahnaz Fitra
Khadijah Shahnaz Fitra - Bisnis.com 29 November 2022  |  08:49 WIB
Protes Lockdown di China Meluas, Polisi Makin Perketat Penjagaan
Orang-orang menggunakan masker saat berkumpul di Bund di Shanghai, China, Sabtu (14/3/2020). Bloomberg - Qilai Shen
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Polisi semakin memperketat penjagaan dengan memenuhi jalan-jalan tempat masyarakat melakukan protes terhadap kebijakan zero Covid-19 dan lockdown di China.

Dilansir dari The Guardian, Selasa (29/11/2022) protes yang terjadi beberapa kota besar China ini merupakan protes yang paling besar di negara tirai bambu selama beberapa dekade terakhir.

Di Beijing sendiri, lusinan mobil polisi berbaris di jalan-jalan di sekitar stasiun kereta bawah tanah pusat Beijing dan berpatroli di sekitar blok pada Senin (28/11/2022) malam.

Sementara itu, petugas berseragam dan berpakaian preman berjaga di pintu keluar stasiun dan menghentikan orang yang lewat untuk diinterogasi.

Beberapa jam setelah dimulainya protes yang dijadwalkan diselenggarakan melalui aplikasi perpesanan terenkripsi, hanya ada sedikit peserta yang terlihat.

Di Shanghai, pihak berwenang membarikade jalan tempat pengunjuk rasa berkumpul selama dua malam terakhir. Selain itu Polisi juga hadir di Jalan Urumqi Tengah kota menurut orang-orang terdekat dan rekaman yang dibagikan secara online. 

Edward Lawrence, seorang jurnalis BBC yang diduga ditahan dan dipukuli oleh polisi pada hari Minggu sebelum dibebaskan, memfilmkan para masyarakat yang fotonya dihapus paksa oleh polisi.

Beberapa aksi kecil digelar, menurut masyarakat yang membagikan video dan foto secara online. Menurut akun Twitter yang membagikan materi protes dalam beberapa hari terakhir, sekelompok kecil orang yang memegang kertas kosong di Kunming dibawa pergi oleh polisi.

Di Universitas elit Tsinghua Beijing, tempat protes besar diadakan pada Minggu (27/11/2022). Setelah itu, otoritas sekolah pada Senin (28/11/2022) mengumumkan simposium siswa tentang pandemi dan bus gratis untuk membantu siswa pulang lebih awal untuk liburan. Pengumuman itu disambut dengan skeptis, mengingat masa pembelajaran belum berakhir.

“Sekolah takut pemuda yang bersemangat akan membuat masalah, sehingga para siswa diberi libur lebih awal,” kata seorang komentator online Weibo.

“Mereka takut dengan gerakan mahasiswa,” kata yang lain.

Adapun, sejak Jumat (25/11/2022) gelombang protes telah menyebar ke berbagai kota, dipicu oleh kematian 10 orang dalam kebakaran gedung di Urumqi di Xinjiang. Sebagian besar wilayah telah dikunci atau lockdown selama lebih dari tiga bulan, dan masyarakat China menyalahkan lockdown atas kematian pada insiden kebakaran tersebut.

Aksi protes pun meluas ke beberapa kota di China seperti di Beijing, Shanghai, Chengdu dan kota-kota besar lainnya di China, serta puluhan kampus hingga menyebabkan bentrokan dan penahanan demonstran oleh polisi di Shanghai.

Para pengunjuk rasa menuntut agar lockdown segera diakhiri. Beberapa kelompok mengecam penyensoran dan menyerukan demokrasi dan diakhirinya pemerintahan Presiden China, Xi Jinping.

Protes yang berkembang telah menunjukkan rasa frustasi dan skeptisisme yang meningkat terhadap komitmen partai Komunis yang saat ini berkuasa terhadap kebijakan zero Covid-19.

Serangkaian insiden terkait penegakan kebijakan, termasuk kecelakaan bus yang menewaskan 27 orang yang dibawa ke pusat karantina dan banyak kasus bunuh diri serta kematian lainnya terkait penguncian dan pembatasan, telah memicu keresahan masyarakat. Insiden kebakaran pada minggu lalu tampaknya menjadi pukulan terakhir bagi banyak orang hingga memicu aksi protes besar di China.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china Lockdown Covid-19 xi jinping
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top