Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Presiden Taiwan Mundur dari Ketua Partai, Usai Kalah dalam Pemilu

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengundurkan diri sebagai ketua Partai Progresif Demokratik. Simak berita selengkapnya
Erta Darwati
Erta Darwati - Bisnis.com 27 November 2022  |  09:00 WIB
Presiden Taiwan Mundur dari Ketua Partai, Usai Kalah dalam Pemilu
Presiden Taiwan Tsai Ing/wen.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengundurkan diri sebagai ketua Partai Progresif Demokratik yang berkuasa usai kalah dalam pemilihan umum (pemilu) pada Sabtu (26/11/2022).

Para pemilih di Taiwan lebih cenderung memilih oposisi Kuomintang, atau KMT dalam pemilu di seluruh pulau di negara itu. Tsai Ing-wen telah berbicara berkali-kali tentang menentang China dan membela Taiwan dalam kampanye untuk partainya. 

Namun, kandidat partai Chen Shih-chung, yang kalah dalam pemilu untuk Walikota Taipei, hanya mengangkat masalah ancaman Partai Komunis beberapa kali. Menurut para ahli, Chen Shih-chung setelah itu dengan cepat beralih kembali ke masalah lokal karena kurangnya minat.

Tsai Ing-wen mengajukan pengunduran dirinya pada Sabtu (26/11/2022) malam, dan memberikan pidato singkat usai kekalahannya, di mana dia juga berterima kasih kepada para pendukungnya.

“Saya harus memikul semua tanggung jawab, menghadapi hasil seperti ini, ada banyak area yang harus kita tinjau secara mendalam," kata Ing-wen, seperti dilansir dari CNA, Minggu (27/11/2022).

Sementara itu, pengamat internasional dan partai yang berkuasa telah berusaha untuk menghubungkan pemilu di Taiwan dengan ancaman jangka panjang dari China.

Profesor ilmu politik dari Universitas Nasional Taiwan Yeh-lih Wang menilai banyak ahli lokal tidak berpikir bahwa China yang mengklaim Taiwan, memiliki peran besar.

“Masyarakat internasional telah menaikkan taruhannya terlalu tinggi. Mereka telah meningkatkan pemilihan lokal ke tingkat internasional ini, dan kelangsungan hidup Taiwan,” kata Yeh-lih Wang.

Adapun selama kampanye berlangsung, juga disinggung mengenai latihan militer berskala besar yang menargetkan Taiwan yang diadakan China pada bulan Agustus sebagai reaksi atas kunjungan Ketua DPR AS, Nancy Pelosi.

“Jadi saya pikir jika Anda bahkan tidak bisa mengangkat masalah ini di Taipei, kamu bahkan tidak perlu mempertimbangkannya di kota-kota di selatan," kata Wang.

Pada pemilu Taiwan, kandidat dari KMT memenangkan kursi walikota di Taipei, ibukota Taiwan, serta di kota Taoyuan, Taichung dan New Taipei.

Masyarakat Taiwan memilih walikota, anggota dewan kota, dan pemimpin lokal lainnya di 13 kabupaten dan di 9 kota.  Menurut media setempat, juga ada referendum untuk menurunkan usia pemilih dari 20 menjadi 18 tahun.

Walikota Taipei yang baru saja terpilih, Chiang Wan-an, mengumumkan kemenangannya pada Sabtu (26/11/2022) malam dalam rapat umum besar. 

“Saya akan membiarkan dunia melihat kehebatan Taipei,” kata Chiang Wan-an.

Pada saat pidatonya, tidak semua suara telah dihitung secara resmi. Namun, pimpinan Chiang dan kandidat lainnya telah menyatakan kemenangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

taiwan China vs Taiwan pemilu
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top