Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pamer Kapal Selam Baru, Rusia Lakukan Uji Coba Rudal di Laut Jepang

Rusia melakukan uji coba rudal di tengah ketegangan geopolitik akibat operasi militer di Ukraina
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 25 November 2022  |  16:59 WIB
Pamer Kapal Selam Baru, Rusia Lakukan Uji Coba Rudal di Laut Jepang
Foto tangkapan layar dari video yang dirilis oleh Kremlin ini menunjukkan uji coba peluncuran rudal Sarmat pada 20 April 2022. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Rusia melakukan uji coba rudal di laut Jepang meski tengah menghadapi banyak kecaman akibat operasi militer di Ukraina yang telah berlangsung selama 9 bulan. .

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa kapal selam "Magadan" dari Armada Pasifik melakukan peluncuran rudal jelajah "Kaliber" di laut dan target pesisir. Magadan adalah salah satu kapal selam terbaru milik Rusia.

Sebelum melakukan latihan tempur, lanjut laporan itu, kapal Rusia diam-diam memasuki area tertentu di Laut Jepang, dari tempat tersebut Magadan kemudian meluncurkan serangan rudal ke posisi target.

Rudal pertama berhasil mengenai target laut. “Rudal kedua mengenai target pesisir di lapangan taktis Surkum di Wilayah Khabarovsk pada waktu yang diperkirakan. Jarak tembaknya lebih dari seribu kilometer,” demikian dikutip dari laman resmi Kemhan Rusia, Kamis (25/11/2022).

Selain penembakan rudal, pasukan dari Armada Pasifik Rusia juga melakukan latihan penembakan rokete. Penembakan roket disediakan oleh kapal dan kapal Armada Pasifik, pesawat terbang dan kendaraan udara tak berawak dari Armada Pasifik.

Hubungan Rusia-Jepang

Rusia sendiri menganggap Jepang sebagai negara "bermusuhan", sebutan yang sama dengan semua negara Uni Eropa, Amerika Serikat dan sekutu termasuk Inggris dan Australia.

Moskow dan Tokyo saling menjatuhkan sanksi dan pengusiran diplomat sejak 24 Februari ketika Vladimir Putin meluncurkan apa yang disebut Kremlin sebagai "operasi militer khusus" di Ukraina.

Tokyo memiliki hubungan yang kompleks dengan Moskow sebelum invasi Ukraina dan kedua belah pihak belum menandatangani perjanjian damai pasca-Perang Dunia II.

Upaya untuk melakukannya terhambat oleh perselisihan yang telah berlangsung lama atas pulau-pulau yang dikendalikan oleh Rusia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rusia jepang Ukraina Perang Rusia Ukraina
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top