Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Wapres AS Kamala Harris Kunjungi Pulau Dekat Laut China Selatan

Kamala Harris mengunjungi pulau barat Palawan, daratan Filipina terdekat dengan kepulauan Spratly di Laut China Selatan yang diperebutkan.
Erta Darwati
Erta Darwati - Bisnis.com 23 November 2022  |  06:29 WIB
Wapres AS Kamala Harris Kunjungi Pulau Dekat Laut China Selatan
Wakil Presiden AS Kamala Harris tiba di Paya Lebar Air Base, Singapore, pada Minggu (22/8/2021) - Bloomberg/Lauryn Ishak.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris mengunjungi sebuah pulau Filipina di dekat perairan Laut China Selatan yang diklaim oleh China pada Selasa (22/11/2022).

Harris mengunjungi pulau barat Palawan, daratan Filipina terdekat dengan kepulauan Spratly di Laut China Selatan yang diperebutkan.

Beijing mengklaim kedaulatan atas hampir seluruh laut itu dan telah mengabaikan putusan pengadilan internasional bahwa klaimnya tidak memiliki dasar hukum.

Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Brunei juga mengklaim atas bagian-bagian dari laut itu. Adapun Harris akan bertemu dengan para nelayan dan anggota penjaga pantai Filipina.

Seorang pejabat AS mengatakan bahwa selama kunjungannya, Harris akan menyampaikan pentingnya hukum internasional, perdagangan yang sah tanpa hambatan dan kebebasan navigasi.

Perjalanan Harris ke Palawan itu dilakukan sehari setelah dia mengadakan pembicaraan dengan Presiden Filipina, Ferdinand Marcos di Manila.

Dia menegaskan kembali komitmen AS untuk membela Filipina jika kapal atau pesawatnya diserang di Laut China Selatan, seperti dilansir dari Channel News Asia, dikutip Rabu (23/11/2022).

Washington memiliki aliansi keamanan puluhan tahun dengan Filipina yang mencakup perjanjian pertahanan bersama, Perjanjian Kerjasama Pertahanan yang Ditingkatkan (EDCA) tahun 2014.

Perjanjian itu memungkinkan militer AS untuk menyimpan peralatan dan pasokan pertahanan di lima pangkalan Filipina, dan juga memungkinkan pasukan AS untuk melalui pangkalan militer tersebut.

EDCA terhenti di era mantan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, tetapi AS dan Filipina telah menyatakan dukungan untuk mempercepat implementasinya, karena China menjadi semakin kuat. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

filipina Kamala Harris china laut china selatan
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top