Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Sejarah 15 November, Perjanjian Linggarjati Diteken

Perjanjian Linggarjati merupakan perjanjian penentuan persetujuan mengenai status kemerdekaan Indonesia.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 15 November 2022  |  08:18 WIB
Sejarah 15 November, Perjanjian Linggarjati Diteken
Gedung Linggar Jati - kominfo.go.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pada 15 November 1945, perundingan Linggarjati ditandatangani.

Perundingan ini merupakan sejarah dimana Belanda mengakui kekuasaan Republik Indonesia di wilayah Jawa, Sumatra, dan Madura.

Perundingan Linggarjati atau kadang juga disebut Perundingan Linggajati adalah suatu perundingan selang Indonesia dan Belanda di Linggarjati, Jawa Barat yang menghasilkan persetujuan mengenai status kemerdekaan Indonesia.

Hasil perundingan ini ditandatangani di Istana Merdeka Jakarta pada 15 November 1946 dan ditandatangani kedua negara pada 25 Maret 1947.

Dalam perundingan ini Indonesia diganti oleh Sutan Syahrir, Belanda diganti oleh tim yang disebut Komisi Jendral dan dipimpin oleh Wim Schermerhorn dengan bagian H.J. van Mook,dan Lord Killearn dari Inggris memerankan sbg mediator dalam perundingan ini.

Hasil perundingan terdiri atas 17 pasal yang ditengahnya berisi:

  • Belanda mengakui secara de facto wilayah Republik Indonesia, yaitu Jawa, Sumatera dan Madura.
  • Belanda mesti meninggalkan wilayah RI sangat lambat tanggal 1 Januari 1949.
  • Pihak Belanda dan Indonesia Sepakat membentuk negara RIS.
  • Dalam struktur RIS Indonesia mesti tergabung dalam Commonwealth /Persemakmuran Indonesia-Belanda dengan mahkota negeri Belanda sbg kepala uni.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Perjanjian Linggarjati sejarah Sejarah Hari Ini sejarah indonesia
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top