Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Biden Sebut Tak Ada Perang Dingin Baru, Utus Blinken Usai Ketemu XI Jinping

Presiden AS Joe Biden sangat yakin tidak akan terjadi perang dingin baru dan mengutus Blinken untuk menindaklanjuti pertemuannya dengan Xi Jinping.
Presiden AS Joe Biden dalam pengumuman resmi Dewan Gubernur The Fed di Eisenhower Executive Office Building, Washington, Selasa (22/11/2021)/ Bloomberg - Samuel Corum
Presiden AS Joe Biden dalam pengumuman resmi Dewan Gubernur The Fed di Eisenhower Executive Office Building, Washington, Selasa (22/11/2021)/ Bloomberg - Samuel Corum

Bisnis.com, JAKARTA --Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Presiden China, Xi Jinping memastikan akan menghindari konflik kendati persaiangan antara kedua negara tersebut masih terus berlangsung.

Biden mengatakan bahwa tidak akan terjadi perang dingin baru. Dia sebelumnya juga mengatakan bahwa China tidak akan menyerang dalam waktu dekat ini.

"Saya tidak percaya akan terjadi perang dingin," ujar Biden di sela acara G20 Bali, Senin (14/11/2022).

Dia menuturkan bahwa telah terlibat pembicaraan cukup intens dengan Xi Jinping dan ada upaya untuk membicarakan jalan keluar sejumlah masalah antara kedua negara tersebut.

Biden juga akan mengutus Antony Blinken untuk bertandang ke China guna menindaklanjuti pertemuan tersebut. "Kedua pemimpin sepakat bahwa Menteri Luar Negeri Blinken akan mengunjungi China untuk menindaklanjuti diskusi."

Perang Rusia vs Ukraina

Sementar itu, Biden mengatakan kepada Xi bahwa Rusia telah melakukan brutal dan ancaman Rusia terkait penggunaan senjata nuklir sangat tidak bertanggung jawab.

Xi dan Biden kompak untuk menegaskan kembali kesepakatan mereka bahwa perang nuklir tidak boleh dilakukan dan tidak akan pernah bisa dimenangkan oleh pihak manapun.

“Kami menggarisbawahi penentangan terhadap penggunaan atau ancaman penggunaan senjata nuklir di Ukraina,” ujar Biden di Bali, Senin (14/11/2022).

Di sisi lain, Xi Jinping mengungkapkan bahwa AS dan China berkeinginan untuk mengelola perbedaan dan mencegah persaingan menjadi konflik.

Xi Jinping juga menyapa pemimpin AS itu dan mengatakan "senang bertemu dengan Anda", terlihat raut senang di antara keduanya.

“Saat ini hubungan China-AS berada dalam situasi sedemikian rupa sehingga kita semua sangat peduli karena ini bukan kepentingan fundamental kedua negara dan rakyat kita, dan bukan itu yang diharapkan masyarakat internasional (dari) kita,” kata Xi Jinping dalam sambutannya seperti dikutip dari CNN, Senin (14/11/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Edi Suwiknyo
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper