Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Waspada! Covid-19 Varian XBB Cepat Menular Dibanding BA.5 dan BA.2

Covid-19 varian XBB berpeluang menular lebih cepat dibandingkan varian BA.5 dan BA.2.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 27 Oktober 2022  |  13:23 WIB
Waspada! Covid-19 Varian XBB Cepat Menular Dibanding BA.5 dan BA.2
Juru Bicara Pemerintah Dokter Reisa Broto Asmoro di Kantor Presiden, Senin (21/9 - 2020) / Youtube Setpres
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Juru Bicara (Jubir) Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro menyampaikan bahwa Covid-19 varian XBB berpeluang menular lebih cepat dibandingkan varian BA.5 dan BA.2.

“Varian XBB ini lebih cepat menular, apabila kita melihat gelombang XBB di Singapura, ternyata lebih cepat menular 0,79 kali dibandingkan gelombang varian BA.5 dan 0,46 kali gelombang BA.2,” katanya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (27/10/2022).

Kendati demikian, Reisa melanjutkan bahwa gejala varian XBB memiliki tingkat kematian lebih rendah apabila dibandingkan dengan varian-varian Omicron lainnya.

Alhasil, menurutnya Indonesia saat ini belum bisa masuk ke fase endemi, apalagi penambahan kasus harian Covid-19 juga masih terus bertambah.

Dia menjelaskan, indikator suatu negara siap untuk masuk ke fase endemi antara lain laju penularan kasus harian harus kurang dari 5 persen, angka kasus aktif kurang dari 5 persen.

Kemudian, tingkat kematian atau fatality rate kurang dari 2%, dan tingkat keterisian tempat tidur atau BOR kurang dari 5%. Kesemuanya dilakukan pengamatan dalam waktu 6 bulan.

"Nah maka apabila memang kita ingin segera berhasil keluar dari pandemi tentu indikator-indikator tersebut haruslah kita penuhi. Adapun, pada 24 Oktober 2022 terjadi penambahan sebanyak 1.703 kasus dan tanggal 25 Oktober naik jadi 3.008 kasus, serta hingga 26 Oktober 2022, terjadi kenaikan kasus konfirmasi Covid-19 harian secara nasional di Indonesia sebanyak 3.048 kasus,” tuturnya.

Oleh sebab itu, Reisa mengatakan semua pihak perlu belajar dari situasi di negara tetangga Singapura yang mengindikasikan penularan XBB lebih cepat dibanding varian Omicron lainnya. Menurutnya, berdasarkan pengalaman dalam menangani pandemi, kenaikan kasus hampir selalu terjadi setelah adanya varian baru yang muncul.

“Kita belajar dari situasi di negara tetangga kita untuk meningkatkan kewaspadaan. Jangan sampai lonjakan kasus kembali di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, dia pun mengutip pusat pengendalian pencegahan penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) di mana varian baru tersebut memiliki gejala seperti demam, merasa kedinginan, batuk, kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorokan, hidung tersumbat atau pilek, mual atau muntah, diare dan sesak napas.

Dia mengatakan saat ini pada 4 pasien varian XBB di Indonesia memiliki gejala yang timbul adalah batuk dan pilek sehingga, dapat dinilai bahwa gejala yang ditimbulkan umumnya ringan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 Covid-19 varian BA4 dan BA5
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top