Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Perang Rusia vs Ukraina: Sejumlah Ledakan Guncang Ibu Kota Ukraina Kyiv

ledakan terdengar di pusat kota Kyiv pada pukul 08.15 waktu setempat dan peringatan serangan udara diaktifkan di seluruh Ukraina.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 10 Oktober 2022  |  14:00 WIB
Perang Rusia vs Ukraina: Sejumlah Ledakan Guncang Ibu Kota Ukraina Kyiv
Prajurit Ukraina mengendarai kendaraan tempur di luar Kyiv. Pasukan Rusia mundur dari wilayah Ibu Kota saat mereka mengarahkan senjata ke selatan dan timur. Sudah lebih dari enam bulan invasi Rusia ke Ukraina, namun belum ada tanda-tanda akan berakhir. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah ledakan keras terdengar di ibu kota Ukraina Kyiv pada Senin (10/10/2022) pagi waktu setempat, dua hari setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menyalahkan Ukraina atas ledakan di jembatan utama Krimea.

Dilansir dari Bloomberg, ledakan terdengar di pusat kota Kyiv pada pukul 08.15 waktu setempat. Peringatan serangan udara diaktifkan di seluruh Ukraina.

Walikota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan sejumlah ledakan dilaporkan di distrik pusat Kyiv dan segera direspons oleh unit reaksi cepat. Sementara itu, pasukan Rusia melanjutkan serangan rudal di kota selatan Zaporizhzhia dan merusak sebuah gedung apartemen.

Selain itu, ledakan juga dilaporkan di wilayah Odesa, kota Dnipro, dan Lviv di ujung barat Ukraina.

Dilansir dari Euronews, Layanan Darurat Negara mengatakan bahwa ledakan tersebut menyebabkan korban jiwa dan luka. Namun, jumlah korban masih belum diketahui secara pasti.

“Beberapa ledakan di distrik Shevchenkiv - di pusat ibukota. Semua layanan cepat tanggap segera menuju TLP. Detailnya menyusul kemudian,” kata Vitalii Klitchko seperti dikutip Euronews.

Ini adalah serangan pertama di ibukota Ukraina dalam beberapa bulan terakhir. Peringatan serangan udara pun terdengar di setiap wilayah kecuali Krimea. Hal ini terjadi setelah Putin menuduh pasukan Ukraina melakukan ledakan yang mengganggu jembatan yang menghubungkan semenanjung dengan daratan Rusia.

Ukraina belum secara resmi mengklaim bertanggung jawab atas ledakan di jembatan bernilai miliaran dolar tersebut, yang menjadi lambang perampasan tanah Rusia sebelumnya di Ukraina. Namun, Ukraina memperingati ledakan tersebut dalam beberapa jam dengan merilis perangko baru.

Membentang 19 kilometer melintasi Selat Kerch, jembatan tersebut adalah proyek khas Putin setelah semenanjung itu dicaplok pada 2014. Putin membuka jembatan itu pada 2018 dengan mengendarai truk melintasinya.

Putin berencana untuk bertemu dengan Dewan Keamanan Rusia di Moskow pada hari Senin. Dia menunjuk dinas rahasia Ukraina pada pertemuan dengan ketua Komisi Investigasi Rusia, Alexander Bastrykin, menurut transkrip yang diposting di situs web Kremlin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Perang Rusia Ukraina Ukraina Rusia vladimir putin
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top