Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Joe Biden: Dunia Hadapi Perang Akhir Zaman jika Putin Gunakan Senjata Nuklir

Joe Biden mengingatkan dunia berpotensi menghadapi perang akhir zaman (Armageddon) apabila Presiden Rusia Vladimir Putin menggunakan senjata nuklir.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 07 Oktober 2022  |  14:37 WIB
Joe Biden: Dunia Hadapi Perang Akhir Zaman jika Putin Gunakan Senjata Nuklir
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menghadiri sebuah acara tentang memerangi kejahatan "ghost gun" atau senjata api rakitan tanpa nomor seri, di Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat, pada 11 April 2022. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengingatkan dunia berpotensi menghadapi perang akhir zaman (Armageddon) apabila Presiden Rusia Vladimir Putin menggunakan senjata nuklir taktis untuk meraih kemenangan atas Ukraina.

Biden membuat pernyataan paling blak-blakan sampai saat ini tentang ancaman perang nuklir, pada penggalangan dana Demokrat di New York, dengan mengatakan itu adalah yang paling dekat dengan bencana nuklir dunia selama enam puluh tahun.

“Kami belum menghadapi prospek Armageddon sejak Kennedy dan krisis rudal Kuba. Kami memiliki seorang pria yang saya kenal cukup baik. Dia tidak bercanda ketika dia berbicara tentang potensi penggunaan senjata nuklir taktis atau senjata biologi atau kimia karena militernya, bisa dibilang, secara signifikan berkinerja buruk [untuk dunia],” tuturnya dikutip melalui The Guardian, Jumat (7/10/2022).

Lebih lanjut, Putin telah berulang kali mengancam akan menggunakan persenjataan nuklir Rusia dalam upaya mencegah AS dan sekutunya mendukung Ukraina dan membantunya melawan invasi Rusia yang diluncurkan pada Februari 2022.

Dia mengaku, salah satu ketakutannya bahwa Putin dapat menggunakan senjata nuklir taktis jarak pendek untuk mencoba menghentikan serangan balasan Ukraina di jalurnya dan memaksa Kyiv untuk bernegosiasi dan menyerahkan wilayah.

Menurutnya, jika Rusia memang menggunakan senjata nuklir, itu akan membuat AS dan sekutunya dilema tentang bagaimana merespons, dengan sebagian besar ahli dan mantan pejabat memperkirakan bahwa jika Washington D.C menyerang balik secara militer, kemungkinan besar akan dilakukan dengan senjata konvensional, untuk mencoba mencegah eskalasi cepat ke perang nuklir habis-habisan.

 “Saya tidak berpikir ada yang namanya kemampuan untuk dengan mudah [menggunakan] senjata nuklir taktis dan tidak berakhir dengan Armageddon. Pertama kali sejak krisis misil Kuba, kami mendapat ancaman senjata nuklir jika kenyataannya hal-hal terus berlanjut di jalur yang mereka tuju. Kami mencoba mencari tahu apa yang menjadi kelemahan Putin? Di mana dia menemukan jalan keluar? Di mana dia menemukan dirinya, di mana dia tidak hanya kehilangan muka tetapi juga kekuatan yang signifikan?” katanya

Dia melanjutkan, Badan Intelijen AS percaya bahwa Putin telah melihat kekalahan di Ukraina sebagai ancaman eksistensial terhadap rezimnya, yang dikaitkan dengan ancaman eksistensial terhadap Rusia, dan berpotensi membenarkan, menurut pandangan dunianya, penggunaan senjata nuklir.

Sebelumnya pada Kamis (6/10/2022), Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky mengatakan Putin memahami bahwa dunia tidak akan pernah memaafkan serangan nuklir Rusia.

“Dia mengerti bahwa setelah penggunaan senjata nuklir dia tidak akan bisa lagi mempertahankan, bisa dikatakan, hidupnya, dan saya yakin akan hal itu,” kata Zelensky.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Perang Rusia Ukraina Joe Biden vladimir putin nuklir
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top