Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Perbedaan Hari Kesaktian Pancasila dan Hari Lahir Pancasila

Akhir-akhir ini, banyak masyarakat Indonesia yang sulit membedakan Hari Kesaktian Pancasila dan Hari Lahir Pancasila.
Ileny Rizky
Ileny Rizky - Bisnis.com 30 September 2022  |  14:06 WIB
Ini Perbedaan Hari Kesaktian Pancasila dan Hari Lahir Pancasila
Arti lambang negara Indonesia
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap 1 Oktober, sedangkan Hari Lahir Pancasila diperingati setiap 1 Juni. Hal tersebut menjadi poin utama dari perbedaan Hari Kesaktian Pancasila dan Hari Lahir Pancasila.

Sebagai generasi penerus bangsa, memperingati hari bersejarah merupakan suatu kebiasaan yang tidak boleh dilupakan untuk mengenang  kembali sejarah dalam mempertahankan ideologi bangsa, serta sebagai wujud penghormatan terhadap jasa para Pahlawan.

Sejarah Hari Kesaktian Pancasila

Sesuai dengan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 153 Tahun 1967 disebutkan bahwa 1 Oktober diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

Peringatan tersebut dilakukan sebagai wujud penghormatan terhadap jasa para Pahlawan Revolusi yang gugur dalam peristiwa Gerakan 30 September  (G30S/PKI). 

Pada peristiwa G30S/PKI, terdapat 6 jenderal dan seorang perwira yang dibantai oleh sekelompok orang yang menurut otoritas militer saat itu terafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Gejolak yang timbul akibat peristiwa Gerakan Satu Oktober (Gestok) sendiri akhirnya berhasil diredam oleh Tentara Nasional Indonesia beserta beberapa pihak lainnya.

Sebanyak 7 perwira militer Indonesia dibunuh pada 30 September sampai awal 1 Oktober 1965, dalam suatu usaha kudeta oleh PKI dengan dalih terdapat sejumlah petinggi militer yang akan mengkudeta pemerintahan resmi Presiden Soekarno.

Keenam jenderal dan satu letnan TNI AD yang dibunuh dan jasadnya ditemukan di Lubang Buaya, Jakarta Timur yang mana lubang tersebut memiliki kedalaman 12 meter dengan diameter 75 sentimeter  saat itu adalah Jenderal TNI (Anumerta) Achmad Yani, Letjen (Anumerta) Suprapto, Mayjen (Anumerta) MT Haryono, dan Letjen (Anumerta) Siswondo Parman. Lalu, Mayjen (Anumerta) DI Pandjaitan, Mayjen (Anumerta) Sutoyo Siswomihardjo, serta Letnan Satu Corps Zeni (Anumerta) Pierre Andreas Tendean.

Seluruh elite PKI yang diduga menjadi dalang peristiwa pembunuhan tujuh petinggi militer tersebut berhasil ditangkap dan dieksekusi.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila merujuk dari Surat Keputusan Menteri/Panglima Angkatan Darat Jenderal Soeharto pada 17 September 1966. 

Surat tersebut mengisyaratkan peringatan Hari Kesaktian Pancasila harus dilakukan oleh seluruh pasukan Angkatan Darat dengan mengikutsertakan angkatan lainnya serta elemen masyarakat.

Kemudian ketujuh orang tersebut diberikan suatu kehormatan dengan menyandang gelar sebagai Pahlawan Revolusi oleh Soeharto ketika menjabat sebagai Presiden ke-2, serta ditetapkannya tanggal 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

Sejarah Hari Lahir Pancasila

Setiap 1 Juni segenap komponen bangsa dan masyarakat Indonesia berkomitmen untuk memperingati Hari Lahir Pancasila sebagai bagian dari pengarusutamaan Pancasila sebagai panduan dalam seluruh bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Lahirnya Pancasila merupakan judul pidato yang disampaikan oleh Presiden pertama RI Soekarno dalam sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI) pada tanggal 1 Juni 1945. 

Pidato tersebut merupakan konsep dan rumusan awal "Pancasila" yang pertama kali dikemukakan oleh Soekarno sebagai dasar negara Indonesia merdeka. 

Sejak itu, Pancasila terus mengalami perkembangan yang kemudian dihasilkanlah naskah Piagam Jakarta. Pada 22 Juni 1945, naskah Piagam Jakarta dihasilkan oleh Panitia Sembilan dan disepakati menjadi rumusan final pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. 

5 Sila yang terkandung dalam Pancasila adalah:

1. Ketuhanan yang Maha Esa


2. Kemanusiaan yang adil dan beradab


3. Persatuan Indonesia


4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam perwakilan


5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pancasila g30s/pki hari pancasila
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top