Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Update Perang Rusia vs Ukraina Hari ke-213: Warga Rusia Kabur ke Perbatasan

Kejahatan perang yang dilakukan Rusia yakni pemboman wilayah sipil, eksekusi, serta penyiksaan dan kekerasan seksual yang mengerikan.
Alifian Asmaaysi
Alifian Asmaaysi - Bisnis.com 24 September 2022  |  11:20 WIB
Update Perang Rusia vs Ukraina Hari ke-213: Warga Rusia Kabur ke Perbatasan
Anggota Pasukan Pertahanan Teritorial Ukraina berpartisipasi dalam latihan di bekas pabrik aspal di pinggiran Kyiv, Ukraina, Sabtu (19/2/2022). - Bloomberg/Ethan Swope
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Perang Rusia vs Ukraina masih belum menemukan secercah cahaya damai di hari ke-213. Setelah Ukraina berhasil pukul mundur Rusia di beberapa wilayahnya, konflik yang bergulir kian memanas. Terbaru, Putin serukan aksi mobilisasi militer yang membuat warganya ketar-ketir dan berbondong-bondong kabur ke perbatasan.

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin serukan tindakan mobilisasi militer parsial pada Rabu (21/9/2022). Secara lebih lanjut, Putin mengumumkan akan menarik 300 ribu warga Rusia untuk turut terjun senjata ke medan peperangan di Ukraina.

Hal tersebut sontak saja membuat warga pria Rusia yang berada di usia wajib militer bergidik ketakutan. Dilaporkan hingga Jumat (23/9/2022) tampak terjadi kepadatan antrian pengunjung di perbatasan Rusia seperti Finlandia dan Georgia.

Dilansir dari The Guardian, seorang Sersan di pasukan cadangan militer Rusia mengaku turut kabur usai mendengar instruksi mobilisasi militer digaungkan. Dirinya lantas bertolak ke sebuah kota di Selatan Rusia yang berbatasan dengan Kazakhstan.

"Hati saya tenggelam ketika saya mendapat panggilan itu," jelas seorang Sersan pasukan cadangan Rusia dikutip dari The Guardian pada Sabtu (24/9/2022).

Berikut update perang Rusia vs Ukraina hari ke-213:

- PBB beberkan bukti Rusia lakukan tindakan kejahatan perang

PBB mengatakan para penyelidiknya telah menyimpulkan bahwa Rusia secara jelas melakukan kejahatan perang di Ukraina. Pernyataan tersebut disampaikan usai hasil temuan beberapa tindakan kejahatan perang.

Kejahatan perang yang dilakukan seperti pemboman wilayah sipil, banyaknya eksekusi, serta tindakan penyiksaan dan kekerasan seksual yang mengerikan. Adapun, tanda-tanda yang terlihat dari eksekusi pada tubuh antara lain seperti tangan diikat ke belakang, luka tembak di kepala dan digorok leher.

- Warga Rusia kabur usai putin serukan mobilisasi parsial bagi warganya

Antrean panjang kendaraan terus terbentuk di perbatasan Rusia pada hari kedua mobilisasi militer Vladimir Putin. 

Pengumuman presiden Rusia jelas mengejutkan banyak pihak, mengingat tindakan tersebut merupakan mobilisasi pertama sejak perang dunia kedua pecah. 

Putin lantas meninggalkan banyak rasa takut di benak para warganya. Dilaporkan, masyarakat Rusia yang berada dalam usia wajib militer banyak yang memilih untuk meninggalkan negara itu.

Tampak antrean panjang mengular di beberapa perbatasan Rusia, seperti Finlandia. Beberapa pria bahkan menunggu lebih dari 24 jam atau menggunakan sepeda dan skuter demi mampu melewati antrian panjang di perbatasan Rusia. 

- Finlandia larang turis Rusia masukin negaranya

Para menteri Finlandia pada Jumat malam (23/9/2022) mengumumkan bahwa pemerintah akan melarang turis Rusia melintasi perbatasannya selama beberapa hari ke depan. 

“Aspirasi dan tujuannya adalah untuk secara signifikan mengurangi jumlah orang yang datang ke Finlandia dari Rusia,” kata Presiden Sauli Niinistö kepada penyiar negara Yle dikutip dari The Guardian pada Sabtu (24/9/2022).

- Cium dugaan referendum Palsu, Amerika siap kenakan denda ekonomi tambahan bila Rusia kembali mencaplok Ukraina

Amerika Serikat siap untuk mengenakan biaya ekonomi tambahan pada Rusia dalam hubungannya dengan sekutu Amerika jika Rusia kembali bergerak maju mencaplokan Ukraina.

AS menduga bahwa Rusia telah merencanakan apa yang oleh referendum palsu di bagian timur Ukraina dalam apa yang dilihat sebagai langkah menuju pencaplokan wilayah ini. 

- Perhalus serangan, Rusia agendakan Referendum kemerdekaan bagi beberapa wilayah di Ukraina

Rusia mengajukan sebuah referendum kemerdekaan untuk dapat merdeka dan bergabung dengan Rusia. Para penduduk diminta untuk melakukan voting untuk menyetujui referendum tersebut dan menjanjikan mendeklarasikan kemerdekaan serta kemudian bergabung dengan Rusia.

Untuk diketahui, proses pemungutan suara dilakukan di 4 wilayah di Ukraina, yakni di provinsi Luhansk, Donetsk, Kherson dan Zaporizhzhia yang akan berlangsung hingga Selasa (27/9/2022). Banyak kalangan yang memandang bahwa referendum ini merupakan upaya tipis untuk menutupi pencaplokan ilegal wilayah tersebut oleh Moskow.

- Penolakan besar-besaran "Referendum" oleh petinggi negara lain

Referendum yang digagas Rusia dilaporkan telah secara luas dikutuk oleh beberapa wilayah barat dan disebut tidak sah. 

Duta Besar Inggris untuk Ukraina, Melinda Simmons, menggambarkan referendum tersebut sebagai "latihan media" oleh Rusia, yang hasilnya hampir pasti sudah dapat diprediksi. NATO menggambarkan referendum tersebut sebagai upaya terang-terangan Moskow dalam penaklukan teritorial dan mengatakan mereka tidak memiliki legitimasi. 

- Ukraina klaim lumpuhkan [pesawat tak berawak buatan Iran

Ukraina mengatakan pada hari Jumat bahwa mereka telah menembak jatuh empat pesawat tak berawak "kamikaze" buatan Iran yang digunakan oleh angkatan bersenjata Rusia.

- Ukraina kembali rebut wilayah yang diduduki oleh Rusia

Angkatan bersenjata Ukraina mengatakan telah membebaskan pemukiman lain di wilayah Donetsk dan meningkatkan posisi mereka di sekitar kota timur Bakhmut. 

Desa Yatskivka di wilayah Donetsk sekarang berada di tangan Ukraina, menurut Oleksii Hromov, wakil kepala direktorat operasi staf umum angkatan bersenjata Ukraina.

- China sampaikan rasa hormat terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina

Menteri luar negeri China telah mengatakan kepada mitranya dari Ukraina bahwa kedaulatan dan integritas teritorial semua negara harus dihormati. 

Pertemuan antara Wang Yi dan Dmytro Kuleba berlangsung di sela-sela sidang umum PBB di New York, dan merupakan yang pertama sejak Rusia menginvasi Ukraina. Kuleba mengatakan Wang telah menegaskan kembali rasa hormat China terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Perang Rusia Ukraina Rusia Ukraina
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top