Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KPK Kembali Tetapkan Bupati Langkat Terbit Rencana sebagai Tersangka Gratifikasi

KPK kembali menetapkan Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Peranginangin sebagai tersangka kasus gratifikasi.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 16 September 2022  |  21:42 WIB
KPK Kembali Tetapkan Bupati Langkat Terbit Rencana sebagai Tersangka Gratifikasi
KPK Kembali Tetapkan Bupati Langkat Terbit Rencana sebagai Tersangka Gratifikasi. - Antara \\r\\n
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Peranginangin sebagai tersangka.

Kali ini dia terjerat dalam perkara korupsi penerimaan gratifikasi dan turut serta dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Langkat.

"Pasal yang diterapkan adalah Pasal 12B dan Pasal 12i UU Tindak Pidana Korupsi," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri, Jumat (16/9/2022).

Ali mengatakan bahwa tim Penyidik masih terus mengumpulkan dan melengkapi bukti. Alhasil, Ali belum bisa memerinci konstruksi uraian perbuatan tersangka secara lengkap.

"Pengembangan perkara ini sebagai komitmen KPK untuk terus mengungkap dan menuntaskan perkara yang ditanganinya," imbuh Ali.

Diketahui, Terbit Rencana Perangin Angin sebelumnya sudah terjerat dalam kasus suap di KPK. Dia didakwa menerima suap sebesar Rp572 juta dari Direktur CV Nizhami, Muara Perangin Angin.

Terbit Rencana Perangin Angin didakwa menerima suap bersama tiga pihak swasta yakni, Marcos Surya Abdi; Shuhanda Citra; serta Isfi Syahfitra. Mereka diduga merupakan pihak perantara suap Muara ke Terbit Rencana Perangin Angin.

Duit suap Rp572 juta tersebut diduga terkait dengan jabatan Terbit Rencana Perangin selaku Bupati Langkat periode 2019 sampai 2024.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK gratifikasi langkat
Editor : Aprianus Doni Tolok
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top