Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mantap! Seluruh Kantor Anggota APPNIA Sediakan Ruang Laktasi

Dukungan APPNIA terhadap ASI Eksklusif adalah bahwa sebagian besar perusahaan anggota telah menerapkan kebijakan cuti melahirkan hingga enam bulan.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 02 September 2022  |  06:38 WIB
Mantap! Seluruh Kantor Anggota APPNIA Sediakan Ruang Laktasi
Ruang menyusui bagi pekerja di kantor Anggota APPNIA - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- Asosiasi Perusahaan Produk Bernutrisi untuk Ibu dan Anak (APPNIA) menegaskan mendukung penuh program pemerintah dalam pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif. Anggota APPNIA telah berkontribusi dalam upaya percepatan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan akan terus berkomitmen mendukung upaya peningkatan status gizi dan kesehatan ibu dan anak di Indonesia.

“APPNIA menyadari pentingnya manfaat ASI Eksklusif dan juga keberadaan orang tua setidaknya di 1.000 hari pertama kehidupan, khususnya bagi ibu yang perlu memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi. Sebagai wujud dukungan, perusahaan anggota APPNIA telah menerapkan kebijakan dan program yang memungkinkan orang tua baru untuk membersamai bayinya. Seperti cuti berbayar selama 3 sampai 6 bulan dan dukungan nutrisi bagi ibu menyusui, penyediaan ruang Laktasi, serta edukasi dan pendampingan tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan," ucap Vera Galuh Sugijanto, selaku Ketua Umum APPNIA, dalam Siaran Pers, (1/9/2022).

Sebagai informasi, pada minggu pertama  Agustus 2022 merupakan perayaan Pekan Air Susu Ibu (ASI) Sedunia yang diadakan dari tanggal 1 sampai tanggal 7 Agustus. Pekan ASI Sedunia dirayakan secara global dan juga serentak secara nasional di Indonesia.

Vera menyampaikan salah satu wujud konkrit atas dukungan APPNIA terhadap ASI Eksklusif adalah bahwa sebagian besar perusahaan anggota APPNIA telah menerapkan kebijakan cuti melahirkan bagi ibu bekerja selama 3 sampai 6 bulan agar ibu dapat mengupayakan pemberian ASI eksklusif bagi bayinya. Selain itu, penyediaan Ruang Laktasi pada kantor dan pabrik perusahaan anggota APPNIA.

Harapannya, inisiatif dalam bentuk kebijakan dan program yang telah diterapkan dalam perusahaan anggota APNNIA dapat membantu para karyawan yang sedang hamil dan menyusui agar dapat memberikan ASI eksklusif dengan optimal.

"Karena kami sadar bahwa gizi yang baik di awal kehidupan anak akan menciptakan anak Indonesia yang sehat, tangguh, cerdas,serta terbebas dari stunting," tegas Vera.

Memperingati Pekan ASI Sedunia 2022, APPNIA terus memperkuat kebijakan dan melakukan berbagai program untuk memastikan hak-hak karyawan dan anak terpenuhi, melalui pemberian cuti melahirkan berbayar selama 6 bulan bagi karyawan perempuan, penyediaan ruang laktasi untuk memerah ASI, hingga edukasi dan dukungan psikologi bagi karyawan.

Kebijakan parental leave berupa cuti berbayar selama 3 bulan karyawan perempuan dan cuti selama 10 hari bagi karyawan pria jika istrinya melahirkan. Bahkan beberapa anggota APPNIA berinisiatif untuk menerapkan cuti yang lebih panjang yaitu 6 bulan dan berbayar untuk karyawan perempuan.

"Penyediaan ruang laktasi yang nyaman di tempat bekerja dan juga flexible working arrangement untuk memerah ASI," ucap Vera.

Selanjutnya, beberapa perusahaan anggota APPNIA juga menyediakan layanan Employee Assistance Program (EAP) berupa layanan konsultasi virtual dengan psikolog untuk mendukung karyawan terkait masalah pribadi, psiko sosial,dan pekerjaan.

"Juga terdapat program edukasi dan pendampingan tentang 1000 hari pertama kehidupan. Kegiatan edukasi bersama para ahli yang dilakukan secara berkala, dan dukungan nutrisi bagi ibu menyusui," ucap Vera.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

air susu ibu ibu hamil
Editor : Puput Ady Sukarno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top